Kreatif! Begini Cara Warga Solo Promosikan Asian Games 2018

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo berjalan dengan latar belakang lukisan Susi Susanti di jalan kampung Kelurahan Pucangsawit, Jebres, Solo, Jumat (1/6 - 20158). (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)
02 Juni 2018 06:25 WIB Moh Khodiq Duhri Sport Share :

Solopos.com, SOLO - Puluhan umbul-umbul bendera merah-putih menghiasi pintu gerbang menuju kampung Candibodro dan Candisari Kelurahan Pucangsawit, Jebres, Solo, Jumat (1/6/2018). Sebuah lukisan pin dan bola boling berbentuk 3D menghampar di permukaan aspal jalan. Ada pula gambar dua petarung judo yang terlibat saling serang di permukaan aspal. 

Lukisan tak hanya menghiasi permukaan aspal. Lukisan sejumlah mantan atlet andalan Indonesia juga menghiasai dinding pagar setinggi sekitar empat meter di kanan dan kiri jalan. Salah satu yang menarik perhatian adalah lukisan Susi Susanti yang mengenakan jaket merah putih dengan seikat bunga di tangannya. Itu adalah lukisan Susi Susanti kala meraih medali emas di Olimpiade Barcelona pada 1992.

Pada bagian lain, lukisan tiga maskot Asian Games 2018 yakni Bhin-Bhin, Atung dan Kaka menghiasi dinding pagar kampung yang dihuni orang nomor satu di Kota Solo yakni Wali Kota F.X. Hadi Rudyatmo ini. Ada pula lukisan Presiden Joko Widodo yang berpose layaknya petinju. Tak ketinggalan pula lukisan Rudy yang tengah bermain pingpong.

“Ini adalah hasil kerja bakti dari warga kampung ini. Kami sengaja mewadahi pemuda-pemuda yang hobi melukis untuk menuangkan ide, gagasannya dan kreativitasnya. Ini adalah cara warga untuk mempromosikan gelaran Asian Games 2018 yang digelar di Indonesia,” jelas F.X. Rudy saat ditemui wartawan di lokasi.

Kampung Asian Games 2018 ini rencana akan di-launching oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Solo Budi Yulistianto pada Sabtu (9/6/2018) mendatang. Warga setempat belum selesai menghias kampung dengan pernak-pernik Asian Games 2018. Rencananya, semua dinding rumah warga yang menghadap ke jalan perkampungan akan dihiasi lukisan segala atribut menyangkut pesta olahraga paling akbar se-Asia itu.

“Indonesia pernah jadi tuan rumah Asian Games IV pada 1962. Kala itu, Indonesia masih dipimpin Presiden Soekarno. Sekarang sudah 56 tahun. Saatnya Indonesia kembali ukir sejarah,” jelas Rudy.

Kampung Asian Games itu juga menjadi sarana edukasi kepada siswa sekolah. Rudy menilai banyak anak-anak sekarang yang tidak mengenal sosok Susi Susanti maupun Yayuk Basuki yang telah mengharumkan nama bangsa di pentas dunia. Rudy pun berharap Kampung Asian Games itu bisa menjadi pilot project bagi kampung lain untuk melakukan hal yang sama.

“Kampung-kampung lain bisa berkreasi dan berinovasi sendiri dalam rangka mempromosikan Asian Games 2018. Kalau jalan kampung banyak lukisan, minimal tidak jadi ajang kebut-kebutan. Mereka pasti mengendarai kendaraan dengan pelan sembari menonton lukisan-lukisan hebat di permukaan jalan dan dinding,” papar Rudy. 

Tokopedia