Formula 1 2018: Ferrari Depak Raikkonen Musim Depan?

Kimi Raikkonen (Reuters/Ahmed Jadallah)
23 Juni 2018 12:25 WIB Moh Khodiq Duhri Sport Share :

Solopos.com, MARANELLO - Pernyataan Presiden Ferrari Sergio Marchionne yang pernah menyebut 2018 akan menjadi musim terakhir bagi Kimi Raikkonen bersama tim Kuda Jingkrak agaknya bukan isapan jempol. Ferrari dikabarkan siap menggantikan Raikkonen dengan Charles Leclerc pada Formula 1 2019.

Raikkonen akan berusia 39 tahun per Oktober mendatang. Jelang bergulirnya musim kompetisi 2018, kontraknya bersama tim Kuda Jingkrak sudah diperpanjang satu tahun. Musim ini, capaian Raikkonen sebetulnya mengalami peningkatan dibandingkan musim-musim sebelumnya.

Sudah kali ketiga ia naik podium dalam empat balapan pertama tahun ini. Ia juga memberi perlawanan yang cukup ketat terhadap rekan setimnya Sebastian Vettel dibanding musim-musim sebelumnya. Sayang dalam dua balapan terakhir di Monako dan Kanada, Raikkonen gagal meraih podium. Sementara Vettel meraih runners up dan satu kemenangan sekaligus merebut puncak klasemen.

Dilansir Motorsport.com, Jumat (22/6/2018), Ferrari sempat mempertimbangkan untuk mengganti Raikkonen dengan pembalap Red Bull Daniel Ricciardo yang kebetulan kontraknya akan habis pada akhir 2018. Namun, skuat Maranello menilai harga pembalap Australia ini terlalu mahal jika dikombinasikan dengan gaji Vettel saat ini.

Ferrari harus segera mengambil keputusan. Pilihannya adalah tetap mempertahankan Roikkonen yang notabene menjadi pembalap peraih juara dunia terakhir dari Ferrari namun sudah puasa gelar sejak 2014. Alternatif lain, mengganti Roikkonen dengan mempromosikan Leclerc yang tahun ini menjalani musim mengesankan di Rookie F1 bersama Sauber.

Pembalap berusia 20 tahun itu mampu mendulang poin pada tiga dari empat balapan terakhir. Bahkan, performa Leclerc mampu mengungguli rekan setimnya yang jauh berpengalaman Marcus Ericsson.

“Tidak ada yang berbeda dari satu pekan, dua pekan dan satu bulan lalu,” kata Raikkonen saat ditanya seputar perkembangan kontraknya bersama Ferrari seperti dilansir Motorsport.com.

Leclerc merupakan produk binaan Ferrari Driver Academy. Ia meraih gelar beruntun setelah menjadi yang terbaik di GP3 dan Formula 2 dalam rentang waktu dua tahun. Ia berpeluang menjadi pembalap akademi Ferrari pertama yang membela tim utama Ferrari. Leclerc pun merasa tersanjung saat namanya dikaitkan sebagai suksesor Raikkonen pada Formula 1 2019.

“Itu membuat saya tersenyum. Tapi itu belum terasa realistis untuk saat ini. Saya baru akan memikirkan tahun depan ketika waktunya sudah tepat,” ujar Leclerc.