Rumah Zohri Juara Lari Dunia Tak Layak Huni

Penampakan rumah Lalu Muhammad Zohri di Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, NTB. (Antara)
12 Juli 2018 18:25 WIB Ginanjar Saputra Sport Share :

Solopos.com, TAMPERE — Pelari cepat alias sprinter asal Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, mampu membuat Bangsa Indonesia bangga setelah berhasil meraih medali emas di ajang Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Tampere, Finlandia, Rabu (11/7/2018). Namun siapa sangka pria muda yang menorehkan kisah inspiratif itu juga menyimpan kisah tragis?

Muhammad Zohri yang mencatatkan sejarah sebagai juara dunia lari 100 meter U-20 itu ternyata masih tinggal di rumah yang bisa dibiang renta. Kantor Berita Antara mengabarkan rumah renta yang menjadi tempat tinggal Zohri itu berada di Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Berdasarkan foto yang beredar, kondisi rumah yang ditinggali Zohri memang cukup memprihatinkan. Bahkan, rumah tersebut hanya berdinding anyaman bambu yang sudah rapuh.

Kakak Zohri, Fazilah, membenarkan kondisi rumah yang diringgali sang juara dunia lar cepat 100 meter U-20 memang memprihatinkan. "Iya, sampai sekarang kondisi rumah masih sama," ujarnya.

Penampakan rumah Lalu Muhammad Zohri di Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, NTB. (Antara

Fazilah membeberkan rumah renta itu selalu ditinggali Zohri saat pulang kampung. Namun demikian, Zohri terkadang tinggal di rumah saudaranya.

Anak bungsu dari empat bersaudara itu memang sempat bercita-cita untuk memperbaiki rumahnya yang sudah tampak rapuh meski hingga kini belum terealisasi. "Belum. Dia akan memperbaiki rumah orang tua setelah benar-benar sukses," lanjut Faziah.

Bukan hanya itu, Zohri juga berniat membeli tanah di luar kampung halamannya kelak jika sudah benar-benar mampu. "Kami tidak pernah mengetahui masalah pribadi Lalu. Dia tak ingin menyusahkan kakak-kakaknya atau keluarganya yang lain. Dia akan berusaha sendiri selama dia mampu," beber kakak Zohri.

Di sisi lain, Fazilah mengaku sudah pernah meminta bantuan kepada pemerintah setempat untuk memperbaiki rumah tersebut. Sayangnya, bantuan itu belum kunjung didapatkan.

Kisah tragis di balik kisah inspiratif yang ditorehkan Zohri belum berhenti sampai di situ. Selain tinggal di rumah renta, Zohri juga merupakan anak yatim-piatu.

Sebelum meninggal dunia, ayah Zhori, Ahmad Yani, memang sempat mendoakan agar putra bungsunya menjadi seorang yang sukses di kemudian hari. Kini, doa sang ayah itu terkabul setelah Zohri mampu mengharumkan nama Bangsa Indonesia dengan meraih medali emas di ajang Kejuaraan Dunia Atletik U-20.

Lalu Muhammad Zohri menjadi juara di nomor lari 100 meter U-20 dengan mencatatkan waktu 10,18 detik. Ia mengalahkan dua atlet Amerika Serikat (AS), Anthony Schwartz dan Eric Harrison, yang menempati peringkat kedua dan ketiga dengan catatan waktu masing-masing 10,22 detik.

Sumber : Antara