Formula 1 2018: Perkembangan Performa Ferrari Dicurigai

Kimi Raikkonen (Reuters/Ahmed Jadallah)
27 Juli 2018 16:25 WIB Chrisna Chaniscara Sport Share :

Solopos.com, PARIS — Direktur balap FIA, Charlie Whiting, merespons kecurigaan mengenai peningkatan performa power unit Ferrari di Formula 1 2018. Badan induk motorsport itu sebenarnya sudah mengumumkan di Monako bahwa Ferrari tidak melakukan sesuatu yang ilegal.

Namun kecurigaan tentang peningkatan performa mesin Ferrari, yang juga digunakan Sauber dan Haas, tidak berhenti. “Ada sesuatu di sana, tidak normal,” ucap pembalap Renault, Nico Hulkenberg, dilansir Motorsport, Kamis (26/7/2018).

Tokopedia

Dia menyebut mobil bermesin Ferrari mendadak memiliki tenaga lebih setelah seri GP Prancis. Hal tersebut membuatnya mobilnya sulit bersaing dengan tim medioker seperti Haas. “Di tikungan kami sejajar atau bisa lebih baik dari mereka, tapi begitu di lurusan kami kalah banyak,” cetusnya.

Whiting dan figur penting FIA lainnya mengadakan pertemuan dengan perwakilan Mercedes di motorhome milik tim pabrikan Jerman tersebut di Hockenheim. “Kami sepenuhnya puas dengan penjelasan mereka [Ferrari], seperti yang telah kami bilang di Monako,” kilah Whiting.

Pihaknya mengaku sudah mencoba mengklarifikasi kecurigaan sejumlah tim terhadap performa mesin Kuda Jingkrak. Ketika ditanya apakah Mercedes ikut mempertanyakan keabsahan mesin Ferrari, Whiting enggan menjawab. Mercedes masih menjadi pesaing terdekat Ferrari dalam perburuan gelar konstruktor musim ini.

“Saya tidak merasa harus menjawab pertanyaan itu. Jika Anda bertanya kepada Mercedes, mereka mungkin akan menjawabnya. Tapi menurut saya, apapun yang terjadi di balik pintu tertutup, harus tetap berada di sana.”

Bos Renault Sport F1, Cyril Abiteboul, mengakui pihaknya menemukan ada data yang “aneh” dari Ferrari. Namun ia menegaskan bahwa hal tersebut bukan berarti ilegal. “Pertama, kami tahu ada defisit tenaga, yang selama ini dikuasai mesin-mesin Mercedes. Mereka [Mercedes] masih kuat, tapi sekarang Ferrari mulai mengambil alih,” ujarnya.