Kisah Inspiratif Hanna Ramadhini, Pebulu Tangkis Putri Mantap Berjilbab

Hanna Ramadhini saat bertanding di ajang Djarum Sirkuit Sirnas Premier Li-Ning Jabar Open 2018 di GOR Susi Susanti, Tasikmalaya, Jabar, Rabu (25/7 - 2018). (Djarumbadminton.com)
30 Juli 2018 13:55 WIB Ginanjar Saputra Sport Share :

Solopos.com, SOLO — Perempuan muda yang juga pebulu tangkis tunggal putri, Hanna Ramadhini, tampil beda saat berlaga di Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Li-Ning Jawa Barat (Jabar) Open 2018, Senin-Sabtu (23-28/7/2018). Perempuan 23 tahun tersebut kini memakai jilbab meski saat bertanding di lapangan.

Kisah inspiratif Hanna itu kini menjadi viral dan cukup ramai dibicarakan netizen di media sosial. Hanna mengaku ajang Djarum Sirkuit Sirnas Premier Li-Ning Jabar Open 2018 merupakan kejuaraan pertama yang ia ikuti setelah mantap berjilbab.

Hanna mengaku mantap berjilbab sejak akhir Ramadan 2018 ini. "Ini kali pertama pertandingan berhijab, doa mama saya dan kewajiban saya sebagai muslim. Mulai mantap berhijab itu ketika satu minggu terakhir di Bulan Ramadan," ujar Hanna seperti dikutip dari laman resmi milik Djarum Badminton, Senin (30/7/2018).

Pebulu tangkis tunggal putri itu mengaku sedikit kesulitan untuk mencari jilbab yang pas untuk dipakai bertanding. "Untuk kesulitan sendiri pas main enggak ada, cuma agak kesulitan mencari bahan hijab yang nyaman," beber Hana.

Di ajang Djarum Sirkuit Sirnas Premier Li-Ning Jabar Open 2018, Hana yang menorehkan kisah inspiratif dengan jilbabnya itu berhasil menyabet gelar juara tunggal putri. Gelar itu berhasil diraih gadis asal Tasikmalaya tersebut setelah mengalahkan Asty Dwi Widyaningrum dengan skor 19-21, 21-13, dan 21-8 pada partai final di GOR Susi Susanti, Tasikmalaya, Jabar, Sabtu (28/7/2018).

Selain Hanna, ternyata juga ada beberapa pebulu tangkis putri yang sudah mantap berjilbab di luar dan di dalam lapangan. Beberapa pebulu tangkis putri yang sudah mantap berjilbab itu di antaranya adalah Marsa Indah Salsabila, Wulan Cahya Utami Suko Putri, Febby Angguni, dan Dini Fitri Alviani.