Asian Games 2018: Terinspirasi Zohri, Atlet Atletik Indonesia Batasi Makan Nasi

Atlet Indonesia juara dunia atletik nomor Lari 100 meter U-20 Lalu Muhammad Zohri (kanan) membentangkan Bendera Merah Putih setibanya dari Finlandia di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/7 - 2018). (Antara/Muhammad Iqbal)
31 Juli 2018 20:25 WIB Newswire Sport Share :

Solopos.com, JAKARTA - Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) memberi instruksi kepada seluruh atlet dalam naungannya untuk mengurangi konsumsi nasi di Asian Games 2018. Hal itu terspirasi dari kesuksesan Lalu Muhammad Zohri di Kejuaraan Dunia Atletik Junior U-20 di Finlandia beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, Zohri menjadi juara dalam kompetisi tersebut. Padahal dia sama sekali tak diunggulkan. Zohri mampu mengungguli dua sprinter asal Amerika Serikat di nomor 100 meter putra. Kemenangan itu membuat Zohri menjadi perbincangan hangat di Tanah Air.

PB PASI pun mengincar prestasi lagi, kali ini di Asian Games. Persiapan pun gencar dilakukan termasuk dengan pola makan. Salah satunya menerapkan apa yang sudah terjadi dengan Zohri di Finlandia lalu.

"Awalnya di Finlandia Zohri minta makan nasi terus ke Kedutaan Besar kita di Finlandia. Tentu hal itu sulit didapat di Eropa. Perlahan yang bersangkutan beradaptasi dengan menu makanan berbeda. Sekarang ia mulai terbiasa makan pagi dengan roti, kentang, dan sereal, susu, telur, salad," kata Ketua PB PASI, Bob Hasan, seperti dikutip dari Liputan6.com, Selasa (31/7/2018).

Bob mengatakan para atlet pelatnas Asian Games 2018 , termasuk, Zohri dan kawan-kawan, sebenarnya tak dilarang untuk makan nasi. Tetap pola makannya saja yang diubah. Nasi tetap diperbolehkan, akan tetapi hanya pada siang dan malam hari. "Makan nasi siang dan malam boleh saja, tapi ditambah steak dan ikan,"ucap Bob.

Perubahan ini merupakan salah satu cara PB PASI memastikan atletnya siap untuk bertarung di Asian Games 2018 mendatang. Selain itu, PB PASI juga menyewa ahli podiatri dari Irlandia dan Australia. Podiatri merupakan ilmu kedokteran yang memfokuskan diri di bidang kaki dan tubuh bagian bawah.

"Podiatri ini mungkin kami baru mulai sekitar setahun terakhir," kata Bob.

Sebanyak 58 atlet Indonesia cabang atletik akan bertarung di Asian Games 2018. Atletik tidak ditargetkan mendapat emas, tapi Bob Hasan berharap atletnya dapat membuat kejutan atau setidaknya meraih medali untuk mengharumkan nama bangsa.

Sumber : Liputan6.com