Sang Mantan yang Menyakitkan

Chandra Waskito saat masih bermain untuk Persis Solo. Pada Senin (6/8 - 2018) ia menjadi petaka bagi mantan klubnya. Tendangan akrobatiknya membentur pemain Persis dan masuk ke jala yang membawa kemenangan untuk Persita Tangerang.
07 Agustus 2018 00:08 WIB Moh Khodiq Duhri Sport Share :

Entah bagaimana perasaan dari Chandra Waskito. Pekan lalu, pemain berusia 22 tahun itu masih menjadi bagian dari skuat Persis Solo. Bersama rekan-rekannya, Kito sempat dibawa ke Madiun saat Persis Solo menghadapi Persita Tangerang di Stadion Wilis, Senin (30/7/2018).

Sayang, striker yang dibesarkan bersama Persis Solo itu tidak masuk line up untuk kali kesekian. Pelatih Persis Solo Jafri Sastra memang kurang memberikan kesempatan bermain untuk alumnus SMAN 4 Solo itu. Padahal, Chandra Waskito tampil gemilang di laga pramusim dengan mencetak banyak gol.

Minimnya jam bermain menjadi alasan kuat bagi Chandra Waskito untuk mengakhiri hubungan dengan Persis Solo. Surat pengunduran dirinya sebagai pemain Persis Solo resmi disampaikan seusai laga menghadapi Persita Tangerang. Tim berjuluk Pendekar Cisadane itu akhirnya menjadi pelabuhan berikutnya bagi sang pemain. 

“Semoga di masa mendatang, saya masih bisa membela Persis Solo,” ujar Kito saat berpamitan dengan rekan-rekannya di Persis Solo, pekan lalu.

Menariknya, Chandra Waskito menjalani debutnya bersama Persita Tangerang saat menghadapi Persis Solo di laga pertama putaran kedua Wilayah Barat Liga 2 di Stadion Singaperbangsa Karawang, Senin (6/8).  Diturunkan pada menit ke-57 untuk menggantikan Diego Benowo, Kito melepaskan sepakan akrobatik menyamping untuk menyambut sepak pojok. 

Bola sepakan Kito sempat membentur tanah lalu memantul ke arah gawang Persis Solo.

Bola sempat tipis mengenai kepala Ade Jantra sebelum merobek jala Persis Solo yang dijaga Galih Sudaryono pada menit ke-84. Komentator pertandingan sempat menyatakan gol itu milik Kito. Namun, belakangan gol itu direvisi menjadi milik Ade Jantra. Setelah gol itu, Kito langsung berlari ke pinggir lapangan bersama rekan-rekannya.

Dia bersujud sebagai tanda syukur. Masuknya Kito menghadirkan petaka bagi Persis Solo, tim yang masih dibelanya pada pekan lalu. Melalui selebrasi sujud syukur itu, Kito seolah memberi bukti bahwa Jafri Sastra telah salah menyia-nyiakan bakatnya.

Pelatih Persita Tangerang Wiganda Saputra tidak ragu untuk memuji penampilan Chandra Waskito. Menurutnya, masuknya Kito memberi pengaruh yang signifikan bagi serangan Persita Tangerang di babak kedua. "Pada babak pertama, kami masih menurunkan line up dengan pemain yang tampil di Solo [Madiun].

Di babak pertama, aliran bola ke depan mati. Pada babak kedua, satu persatu pemain baru kami masukkan. Peran pemain baru sangat signifikan. Mereka mampu bermain sesuai instruksi pelatih.

Setelah Kito dan Tamsil masuk, serangan lebih bervariasi. Alhamdulilah, masuknya Kito dan Tamsil membuahkan hasil positif sehingga kami bisa mengamankan poin penuh," papar Wiganda Saputra melalui media officer Persis Solo seusai pertandingan.