Berprestasi! Pembalap Muda Solo Bakal Tampil di Italia

Diptya Oktadewa (Istimewa)
07 Agustus 2018 20:25 WIB Chrisna Chaniscara Sport Share :

Solopos.com, BOGORPembalap muda Solo, Diptya Oktadewa Ichwan, di ambang meraih hattrick juara umum dalam Kejurnas Gokart Eshark Rok Cup Indonesia 2018. Hal ini setelah driver yang akrab disapa Dio itu memenangi seri kelima kejurnas di kelas Rok Shifter (125 cc), Shifter 150 dan Senior Rok GP nonseeded di Sirkuit Sentul, Bogor, akhir pekan lalu.

Pembalap tim Respon Motorsport itu bahkan sudah memastikan dua gelar juara umum di kelas Rok Shifter serta Senior Rok GP. Poin Dio di puncak klasemen sudah tak mungkin terkejar pembalap manapun dengan sisa satu balapan di Sentul, 2 September 2018 mendatang. Adapun Dio hanya perlu finis di peringkat dua di balapan terakhir untuk menggaransi titel di kelas Shifter 150.

Penampilan gemilang remaja yang kini bersekolah di SMAN 4 Solo ini membuatnya berkesempatan tampil di kejuaraan karting Rock Final International di South Garda, Brescia, Italia, 10-14 Oktober 2018. Dio menjadi satu dari 12 pembalap Indonesia yang akan bertarung dengan 450 pembalap lain dari seluruh dunia.

Mentor Dio, Dicky Septiawan, mengatakan ajang di Italia merupakan peluang emas bagi anak asuhnya untuk menambah skill dan pengalaman. “Tiket ke Italia tak lepas dari kepastiannya menjadi juara umum di kelas Rok Shifter. Ini tentu bakal menjadi pengalaman luar biasa bagi Dio,” ujar Dicky saat dihubungi Solopos.com, Selasa (7/8/2018).

Ini memang kali pertama Dio bakal adu cepat di sirkuit Eropa. Sebelumnya dia pernah berkompetisi di sejumlah sirkuit di Asia Tenggara seperti Singapura, Thailand dan Malaysia. Dicky mengaku tak memberi target muluk-muluk bagi Dio saat tampil di Brescia.

Menurut mantan juara road race nasional itu, masuk fase final kejuaraan sudah bagus bagi anak asuhnya. “Apalagi bisa masuk 20 besar, itu sudah sangat istimewa. Ini karena kejuaraan di Italia diikuti 450 pembalap pilihan dari seluruh dunia.”

Terlepas dari lesatan performa tahun ini, Dicky mewanti-wanti Dio agar segera mengejar berat badan proporsional. Pembalap yang dijuluki The Next Rio Haryanto itu masih perlu menurunkan berat badan sekitar 10 kilogram agar ideal untuk bersaing di tingkat dunia. Di karting, imbuh Dicky, berat badan sangat mempengaruhi manuver dan kecepatan mobil.

“Selisih sepersekian detik saja bisa krusial, apalagi di Italia nanti. Di sana selisih pembalap juara dengan pembalap urutan 23 bisa cuma 0,9 detik. Itu yang harus segera direspons Dio,” ujar sang mentor.