UTP Solo Pasok 4 Atlet & 1 Pelatih Anggar di Asian Games 2018

Para atlet dan pelatih anggar dari UTP Solo (dari kiri ke kanan) Iqbal Tawakal, Damayanti, pelatih Hendra Faradilah, Sutrisni, Ryan Pratama dan seorang atlet Jateng asal Kudus berfoto bersama saat latihan belum lama ini. (Istimewa)
09 Agustus 2018 21:25 WIB Moh Khodiq Duhri Sport Share :

Solopos.com, SOLO — Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Solo memasok empat atlet anggar yang akan tampil di Asian Games 2018.

Empat atlet anggar asal UTP Solo itu adalah Ryan Pratama (degen putra), Iqbal Tawakal (degen putra), Sutrisni (degen putri) dan Damayanti (sabel putri). Ryan Pratama pernah meraih Juara III turnamen anggar di SEA Games di Singapura pada 2015, sementara Damayanti pernah meraih Juara I kejuaraan asia belum lama ini.

Tokopedia

Selain empat atlet itu, pelatih anggar asal UTP Solo Hendra Faradilah juga masuk kontingen Asian Games 2018. Turnamen anggar di Asian Games 2018 itu bakal digelar di JCC Cendrawasih Jakarta. Cabang anggar memperebutkan total 12 medali emas masing-masing 6 putra dan 6 putri.

“Saya sebagai junior merasa bangga dengan mereka yang bisa mewakili Indonesia di kejuaraan Asian Games. Mereka adalah sosok atlet yang disiplin dalam latihan. Mereka juga punya motivasi tinggi. Mereka memiliki jiwa petarung yang kuat dan tak mau kalah,” ujar Yunina Sarifah, rekan empat atlet anggar asal UTP Solo itu kepada Solopos.com, Kamis (9/8/2018).

Ryan, Iqbal, Sutrisni dan Damayanti pernah tercatat sebagai mahasiswa Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UTP. Ryan dari Bekonang, Iqbal asli Solo, Sutrisni dari Wonogiri, sementara Damayanti asli dari Kudus.

Meski sudah lulus dari UTP, pembinaan atlet masih dilakukan oleh almamater mereka. Sebelumnya, mereka masih kerap mewakili UTP di berbagai kejuaraan anggar. Sampai akhirnya mereka diwajibkan mengikuti pelatnas sebagai persiapan menghadapi Asian Games 2018.

Yunina Sarifah yang kini tercatat sebagai atlet Solo yang akan tampil di Porprov Jateng 2018 mengakui para seniornya itu memang punya kelebihan yang berbeda-beda. “Mas Iqbal lebih ke defense, tapi sekali melakukah flash [serangan] itu bikin musuh gelagapan. Kalau Mas Ryan lebih suka nunjukin teknik dan skill. Dia selalu punya moment yang tepat untuk menyerang. Saya sering mendapat masukan dan saran dalam latihan. Dengan banyak sharing kepada mereka, saya berharap bisa mendapat ilmunya,” jelasnya.