Asian Games 2018: Tim Beregu Bulu Tangkis Indonesia Dapat Lawan Berat

Tim bulu tangkis Indonesia (Badmintonindonesia.org)
17 Agustus 2018 17:25 WIB Ahmad Baihaqi Sport Share :

Solopos.com, SOLO - Tim beregu bulu tangkis Indonesia harus kerja keras sejak laga pertama pertandingan beregu di ajang Asian Games 2018. Baik tim beregu putri maupun putra mendapat lawan berat.

Berdasarkan hasil undian yang dilakukan, Kamis (16/8/2018), tim putri Indonesia berada di pool atas bersama Hong Kong, Jepang, India dan Korea. Sedangkan di pool bawah diisi China, Taiwan, Thailand, Maladewa, Pakistan dan Nepal.

Tim putri Indonesia akan lebih dulu menantang Hong Kong. Kemudian jika menang, mereka akan menghadapi Korea di babak perempatfinal. Korea sendiri mendapat bye di babak pertama. Baru, Indonesia akan bertemu pemenang antara Jepang vs India.

Sementara itu, tim putra Indonesia ada di pool bawah. Pool ini dianggap pool neraka lantaran diisi oleh negara-negara tangguh. Indonesia mendapat bye di babak pertama dan akan melawan pemenang dari India melawan Maladewa. Selain itu, di pool ini ada Jepang, Malaysia, Thailand, dan Korea.

Tim China yang merupakan unggulan pertama di beregu putra, mendapat undian yang lebih menguntungkan. China berada di pool atas bersama Hong Kong, Taiwan, Mongolia, Nepal dan Pakistan.

"Hasil drawing? Sistem drawing berjalan adil. Sistem yang dipakai adil karena ditentukan melalui seeding. Di tim putra, kita seeding kedua, kalau tim putri tidak dapat seeding," kata Sekretaris Jenderal PP PBSI, Achmad Budiharto, seperti dikutip dari Badmintonindonesia.org, Jumat (17/8/2018).

"Hasil tim putra, ini perjuangan berat untuk semuanya. Karena tim-tim bagus terkumpul di pool bawah. Untuk babak pertama kalau digambarkan, Jepang bertemu Malaysia, Korea berhadapan dengan Thailand. Empat tim tersebut terkumpul dan hanya satu yang ke semifinal," sambungnya.

"Kita sedikit beruntung. Kita menunggu pemenang antara Maladewa dan India. Memang perjuangan berat nantinya di semifinal. Siapa pun yang melewati India. Tim yang dihadapi relatif kuat," tutup Budiharto.