Asian Games 2018: Hong Kong Jadi Tantangan Pertama Tim Bulu Tangkis Putri Indonesia

Gregoria Mariska Tunjung (Badmintonindonesia.org)
18 Agustus 2018 16:25 WIB Ahmad Baihaqi Sport Share :

Solopos.com, SOLO - Tim bulu tangkis putri Indonesia akan menghadapi Hong Kong pada laga pertama Asian Games 2018. Di atas kertas, tim putri Indonesia lebih diunggulkan ketimbang Hong Kong.

Tim putri Indonesia menempat unggulan kelima Asian Games 2018. Indonesia masih berada di bawah Jepang, Tiongkok, Thailand dan Korea. Sedangkan Hong Kong menjadi unggulan kedelapan.

Indonesia pun diharapkan bisa mengambil poin di ganda putri. Pasalnya, Hong Kong memiliki pemain tunggal putri yang cukup baik. Di tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung kini menduduki peringkat 22 dunia, tertinggi di sektor tunggal putri Indonesia.

Gregoria akan turun sebagai tunggal pertama dan kemungkinan besar akan berhadapan dengan Cheung Ngan Yi, tunggal putri pertama Hong Kong yang menempati peringkat 21 dunia. Gregoria tercatat pernah satu kali bertemu dengan Cheung dan takluk di turnamen Malaysia Masters 2017.

Sementara itu, Fitriani yang merupakan tunggal kedua, kemungkinan akan berhadapan dengan Yip Pui Yin. Skor sementara masih 0-0 untuk kedua pemain. Sedangkan Ruselli Hartawan akan berhadapan dengan Leung Yuet Yee atau Yeung Sum Yee.

Ganda putri Indonesia berpeluang besar untuk menyumbang dua angka kemenangan dari Hong Kong lewat dua wakil yang bertengger di peringkat 10 besar dunia. Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang kini ada di rangking empat dunia, kemungkinan besar akan berhadapan dengan Ng Wing Yuang/Yeung Nga Ting (peringkat 65 dunia).

Sedangkan ganda kedua Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris siap untuk menghadapi Ng Tsz Yau/Yuen Sin Ying. Seandainya lolos dari ujian pertama melawan Hong Kong, tim putri Indonesia akan berhadapan dengan tim Korea yang lebih kuat. Kekuatan Korea pun lebih merata di sektor tunggal maupun ganda.

"Soal hasil undian ya memang tidak bisa apa-apa, yang penting kami siap. Kondisi atlet harus terjaga, jangan ada yang sakit, atau cedera, itu yang paling penting," ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti, di Badmintonindonesia.org, Sabtu (18/8/2018).