Alasan Orang Terkaya Indonesia Jadi Atlet Asian Games 2018 Mengejutkan!

Michael Hartono (Istimewa/Bisnis)
26 Agustus 2018 10:00 WIB Saeno Sport Share :

Solopos.com JAKARTA -  Orang terkaya Indonesia ternyata ikut menjadi atlet Asian Games 2018. Alasannya ternyata mengejutkan.

Sebelum Asian Games 2018 digelar, nama Michael Bambang Hartono yang dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia tercatat sebagai salah satu atlet bridge Indonesia.

Lebih dikenal sebagai Michael Hartono, bos PT Djarum ini  tercatat sebagai atlet Asian Games 2018 tertua sekaligus terkaya. 

Michael Hartono sudah menyukai bridge sejak kecil. Ia mulai berlatih sejak usia enam tahun.

Michael menyebutkan bermain bridge membantu menjaga ingatannya. "Saya bermain bridge agar tidak cepat pikun, hobi saya yang lain adalah senam taichi yang banyak membatu agar tetap fokus," ujarnya, pertengahan Agustus lalu sebagaimana dikutip Bisnis.com

Michael Hartono, yang berusia 78 tahun ini masih terlihat gesit meski secara fisik sudah terlihat banyak kerutan di wajahnya.

Menurut Michael, olah raga bridge menyuguhkan banyak tantangan. "Di olahraga bridge, ada bidding, yaitu mengumpulkan data untuk dianalisa, disimpulkan dan kemudian diputuskan strategi apa yang akan diambil saat bertanding," katanya.

Dia bukan satu-satunya konglomerat yang hobi bermain bridge. Michael menyebut nama besar yang juga memiliki hobi sama yaitu pengusaha AS Bill Gate dan pemimpin China Deng Xiao Ping.

Bersama adiknya, Budi Hartono, keduanya tercatat sebagai orang terkaya RI versi Majalah Forbes dan Globe Asia. Harta Budi Hartono ditaksir sebesar US$ 17,4 miliar dolar AS, sedangkan Michael Hartono memiliki kekayaa US$ 16,7 miliar dolar AS.

Menurut Globe Asia, Robert Hartono dan Michael Hartono, menempati posisi pertama orang terkaya di Indonesia pada tahun 2018 dengan jumlah kekayaan US$21 miliar.

Kakak beradik ini pewaris perusahaan rokok Djarum. Selain itu, Michael dan Robert Hartono merupakan pemegang saham terbesar di Bank Central Asia (BCA. Melalui Farindo Holding Ltd. keduanya menguasai 51% saham BCA. Dilansir dari Forbes, Michael Hartono memiliki 25%  share dari jumlah saham tersebut.

Mereka juga memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 65.000 hektar di Kalimantan Barat sejak 2008. Keduanya juga merupakan raja properti, pusat perbelanjaan Grand Indonesia adalah milik mereka berdua. Mereka juga terjun menerjuni perusahaan elektronik di bawah bendera Polytron yang sudah beroperasi lebih dari 30 tahun.

Melalui perusahaan Ventures Global Digital Prima, Global Digital Niaga (Blibli.com), keduanya juga membeli Kaskus, salah satu situs populer di Indonesia. Dengan hartanya yang berlimpah itu,

Perjuangan kakak beradik Hartono ini bermula dari PT Djarum Indonesia yang merupakan warisan dari orang tuanya, Oei Wie Gwan.

Oei meninggal tidak lama setelah pabrik Djarum terbakar dalam kondisi perusahaan yang tidak stabil pada 1963. Dua bersaudara ini bergotong royong membangun kembali perusahaan tersebut.

Di tangan keduanya, Djarum kembali bangkit. Pada 1972 Djarum mulai mengeskpor produk rokoknya ke luar negeri. Tiga tahun kemudian Djarum memasarkan Djarum Filter, merek pertamanya yang diproduksi menggunakan mesin, diikuti merek Djarum Super yang diperkenalkan pada 1981. Saat ini Djarum mendominasi pasar rokok kretek di Amerika Serikat, jauh melebihi Gudang Garam dan Sampoerna.

Berlaga di Asian Games 2018, Michael Hartono bernazar jika berhasil mendapatkan medali emas saat bertanding, dia akan menyumbangkan seluruh bonus yang dijanjikan Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora)—sebesar Rp1,5 miliar—untuk program pelatihan atlet bridge.