Disingkirkan Ganda Campuran No 1 Dunia, Owi/Butet Gagal ke Final

Pasangan ganda campuran Indonesia Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad saat menghadapi wakil Korea Selatan Seo Seung Jae/Chae Yo Jung, di penyisihan Asian Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (24/8/2018). (Antara - INASGOC - Nafielah Mahmudah)
26 Agustus 2018 18:42 WIB Adib Muttaqin Asfar Sport Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Pasangan ganda campuran nomor 1 Indonesia Tontowi Ahmad/Liliana Natsir (Owi/Butet) gagal memenuhi ambisi mereka meraih medali emas Asian Games 2018. Dalam semifinal di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (26/8/2018), mereka harus mengakui keunggulan ganda campuran nomor 1 dunia, Zheng Siwei/Huang Yaqiong, dua game langsung.

Owi/Butet sudah kewalahan sejak awal babak pertama. Agresivitas Zheng Siwei dengan smash-smash kerasnya berulang kali mendulang angka untuk ganda campuran terkuat China itu.

Sementara itu, Huang Yaqiong memperlihatkan kejeliannya mencari ruang-ruang kosong untuk menempatkan plessing tajam. Owi/Butet sempat mengejar hingga meraih 7 poin. Namun, Zheng/Huang mampu mengakhiri interval pertama dengan selisih angka cukup jauh, 11-8.

Di interval kedua, Owi/Butet mencoba mengganti strategi dengan menempatkan Owi lebih ke belakang. Hasilnya, mereka sempat meraih angka melalui smash keras Owi.

Namun, Zheng/Huang tampil lebih agresif. Mereka tak terbendung dan memaksa Owi/Butet melakukan kesalahan. Zheng/Huang pun merebut game pertama dengan skor 21-13.

Terlalu Jauh

Di awal game kedua, Owi/Butet berupaya lebih agresif. Namun mereka memberikan angka cuma-cuma kepada wakil China itu dengan sebuah kesalahan. Owi kembali menyamakan angka 1-1 dengan smash kerasnya dan membuat permainan lebih berimbang.

Huang Yaqiong jeli memanfaatkan pengembalian tanggung dari Owi/Butet, khususnya saat merebut poin ke 6 dan 7. Pada saat yang sama, Owi/Butet tertahan di 4 poin.

Pengembalian shuttlecock menyilang dari kiri ke kanan oleh Butet membuat selisih angka menipis 7-6. Hingga akhirnya Owi/Butet mampu menyamakan poin menjadi 8-8.

Owi/Butet berbalik unggul setelah mereka terlibat reli panjang dengan ganda campuran terkuat dunia itu. Mereka mencecar Huang Yaqiong yang di sudut lapangan dan memaksa pengembalian pemain berparas cantik itu keluar lapangan.

Sayangnya, pasangan China tersebut kembali unggul akibat dua kesalahan Owi/Butet. Pertama, mereka salah menyangka shuttlecock keluar lapangan padahal akhirnya masuk. Kedua, pengembalian mereka menyangkut net dan membuat Zheng/Huang unggul 11-10.

Di awal interval kedua, Owi/Butet belum juga keluar dari tekanan. Bahkan mereka kembali membuang angka setelah smash Owi menyangkut net.

Owi sempat berupaya mengejar angka saat permainan netnya mampu mengubah skor menjadi 17-14 dan 18-16. Sayang, aksi individu Huang Yaqiong dan Siwei membuat selisih angka melebar menjadi 19-16 dan 20-16.

Di saat genting, Owi/Butet masih mampu meraih dua angka berturut-turut. Namun, smash keras Huang Yaqiong tak mampu dikembalikan Owi karena shuttlecock menyangkut net.

"Saya rasa mereka lebih full power, cowoknya lebih power dan lebih cepat.
Kalau kita bisa pepet-pepet kita bisa menang mental, tapi selisihnya terlalu jauh, mereka leadingnya jauh," kata Butet seusai laga saat diwawancarai Indosiar.

"Mungkin feeling kurang pas untuk smash, dan keseleruhan permainan mereka main cepat dan bagus hari ini. Mestinya kita main lebih tenang dan all out," kata Owi.

ZHENG Siwei/HUANG Yaqiong21-13AHMAD Tontowi/NATSIR Liliyana
18-13
Tokopedia