Ditumbangkan Ganda Putri Nomor 2 Dunia, Greysia Polii/Apriyani Gagal ke Final

Greysia Polii dan Apriyani Rahayu (Antara/Puspa Perwitasari)
26 Agustus 2018 19:34 WIB Adib Muttaqin Asfar Sport Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Satu lagi wakil Indonesia di cabang bulu tangkis gugur di semifinal Asian Games 2018, Minggu (26/8/2018). Pasangan ganda putri andalan Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu disingkirkan pasangan Jepang Ayaka Takahashi/Misaki Matsumoto yang merupakan unggulan pertama di turnamen ini.

Pertarungan ketat mewarnai awal game pertama saat Grace/Apriyani terus ditempel ketat oleh Ayaka/Misaki. Selisih angka tak pernah melebihi 1 poin dan diwarnai dengan reli-reli panjang.

Reli terpanjang terjadi saat Greysia/Apriyani meraih poin kedelapan. Reli itu diakhiri smash keras Apriyani yang tak mampu dijangkau Ayaka/Misaki dan skor menjadi 8-6.

Namun, ngototnya pasangan Jepang ini membuat keunggulan Grace/Apriyani tak bertahan lama. Grace/Apriyani sempat unggul hingga 10-9, namun Ayaka/Misaki mampu menyamakan kedudukan menjadi 10-10. Pasangan Jepang ini berbalik unggul dan menutup interval pertama dengan skor 10-11.

Di interval kedua, serangan Ayaka/Misaki kerap menyasar pertahanan Greysia. Cara ini membuat Ayaka/Misaki beberapa kali meraih angka, termasuk smash keras yang tak siap diterima Grace di awal interval kedua.

Ayaka/Misaki yang merupakan juara All England 2016 itu kian menjauh seiring kemampuan mereka membaca serangan Grace/Apriyani. Hingga mereka meraih game point 15-20 melalui kesalahan Grace/Apriyani. Mereka langsung merebut game pertama dengan 15-21.

Game Kedua

Di awal game kedua, Grace/Apriyani mengawali permainan dengan cukup mulus. Mereka sempat unggul dua angka sebelum dikejar oleh Ayaka/Misaki. Tiga kali berturut-turut Apriyani melakukan kesalahan dan membuat pasangan Jepang itu berbalik unggul 4-5.

Serangan-serangan Ayaka/Misaki kembali menyasar Grace yang kali ini memang tak sekuat biasanya. Terbukti, mereka meraih poin keenam dengan smash yang jatuh di ruang kosong sisi kanan Grace. Hal ini ditambah salah pengertian antara Grace dan Apriyani saat menerima bola atas dari lawan.

Namun, pasangan Indonesia ini masih menekan selisih perolehan angka hingga 8-9. Meski akhirnya Ayaka/Misaki menutup interval pertama babak kedua dengan 8-11.

Grace masih memberikan tekanan dengan smashnya untuk menipiskan selisih angka menjadi 11-13. Meski juga melakukan beberapa kesalahan, Ayaka/Misaki terlalu agresif dan membuat selisih angka terus melebar.

Pada akhirnya, konsistensi Ayaka/Misaki benar-benar mengandaskan perlawanan Grace/Apriyani. Mereka menutup game kedua dengan skor 17-21.

"Ini masalah mental saja. Mereka lebih tenang, mereka lebih unggul dalam defens dan bola atas. Ini pengalaman buat kita, buat dia [Apriyani]. Kita mau menang, selalu ingin menang," kata Grace seusai pertandingan seperti yang disiarkan live oleh Indosiar.

Tokopedia