Permintaan Besar Sang Ayah untuk Jonatan Christie

Jonatan Christie (Instagram jonatanchristieofficial)
29 Agustus 2018 13:00 WIB Chrisna Chaniscara Sport Share :

Solopos.com, SOLO – Publik Istora Senayan bergemuruh saat Jonatan Christie membuka baju seusai menjalani final tunggal putra bulu tangkis Asian Games 2018, Selasa (28/8/2018). Kelegaan terpancar dari wajah Jojo, sapaan akrab Jonatan, begitu upaya pengembalian bola dari Chou Tienchen (Taiwan) menyangkut di net. Kesalahan lawannya itu memang tak hanya membuahkan poin bagi Jojo, melainkan ikut mengunci gelar juara tunggal putra bagi Indonesia. Jojo menang dalam pertarungan rubber game 21-18, 20-22, 21-15.

Ya, sudah 12 tahun penikmat badminton Tanah Air menanti medali emas Asian Games dari sektor tunggal putra. Kali terakhir pebulu tangkis Indonesia meraih gelar tersebut pada saat Taufik Hidayat mengalahkan Lin Dan pada final Asian Games 2006 di Qatar. Keberhasilan Jonatan di Asian Games 2018 melengkapi sukses pebulutangkis 20 tahun itu di ajang multi-cabang. Sebelumnya, Jonatan berhasil merebut medali emas tunggal putra dan beregu putra di SEA Games 2017.

Di balik sukses tersebut, ternyata ada peran besar sang ayah, Andreas Adi Siswa, dalam karier bulutangkis Jonatan. Tanpa bimbingan dan arahan Andreas, mungkin kini Jojo bakal menggeluti cabang olahraga lain yakni basket atau sepak bola. Sejak usia enam tahun Jojo memang menaruh minat pada dua olahraga populer tersebut selain bulu tangkis. Namun ayahnya meminta Jojo fokus pada olahraga tepok bulu karena melihat potensi Jojo di cabang itu.

Kepada awak media, Jonatan Christie membeberkan performa bagusnya di final tak lepas dari andil sang ayah. Sehari sebelum pertandingan, Andreas Adi bersama ibunda Jojo, Marianti Djaja, datang ke hotel tempat menginap Jojo untuk menyampaikan sesuatu. Saat itu Andreas berpesan agar Jojo mampu mengumandangkan lagu Indonesia Raya di Istora Senayan.

“Kemarin [Senin, 27/8/2018] mereka datang hotel. Dari dulu cita-cita Papa ingin mengumandangkan Indonesia Raya. Dia minta tolong ke saya untuk menjadi juara,” ujar Jojo seperti dilansir Liputan6, Senin.

Sebagai sosok religius, Jonatan juga tak pernah menafikan “tangan Tuhan” yang ikut campur dalam setiap kemenangannya. Sebelum mengalahkan unggulan keempat Chou Tien Chen di babak pamungkas, Jojo sudah membuat sensasi saat membekuk unggulan pertama, Shi Yuqi (Tiongkok), hingga Kenta Nishimoto (Jepang) dalam perjalanannya ke final. Jojo menganggap keberhasilannya di Asian Games 2018 merupakan “jalan” Tuhan. Terlebih, dia sempat tak yakin mampu merebut medali emas untuk Indonesia.

“Harus diakui di super series dan grand prix gold, prestasi saya belum bagus seperti yang lain. Tuhan memberi saya prestasi di Asian Games. Ini sudah jalan dari Tuhan,” ucap Jonatan.

Meski demikian, Jonatan Christie yang belakangan kerap membikin histeris kaum hawa dengan aksi buka bajunya ini tak mau terlalu lama jemawa. Dia menyebut ajang Japan Open 2018 pada September sudah menunggunya. “Setelah Asian Games berakhir, saya bukan lagi seorang juara. Semuanya mulai dari nol,” tutur pemain kelahiran Jakarta itu.

Kesuksesan Jonatan merebut emas di Asian Games 2018 membuat Indonesia kini sudah mengoleksi 27 emas dari cabang bulu tangkis di Asian Games. Pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menggenapi emas Indonesia menjadi 28 setelah mengalahkan Fajar Alfian/M. Rian Ardianto dengan skor 13-21, 21-18, 24-22 dalam all Indonesian final ganda putra. Anthony Sinisuka Ginting melengkapi trofi di bulu tangkis lewat medali perunggu.