Indonesia Ingin Pencak Silat Dipertandingkan di Olimpiade

Pesilat Indonesia Hanifah Yudani Kusumah (kanan) menyerang pesilat Thailand Adilan Chemaeng (kanan) dalam babak semifinal Kelas C Putra Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (26/8). (Antara - Inasgoc/Melvinas Priananda)
30 Agustus 2018 14:55 WIB Hanifah Kusumastuti Sport Share :

Solopos.com, JAKARTA — Cabang olahraga pencak silat benar-benar menjadi lumbung emas bagi Indonesia di Asian Games 2018. Tak tanggung-tanggung, pecak silat menyokong 14 emas dari 30 total medali emas yang diraih Tanah Air di pesta multicabang terbesar di Asia tersebut sejauh ini.

Artinya, hampir 50 persen perolehan medali emas Indonesia disokong dari cabang olahraga bela diri khas Indonesia tersebut. Meski demikian, untuk mempertahankan pecak silat di Asian Games 2022 di Hangzhou, Tiongkok, tidak bakal semudah membalikkan telapak tangan.

“Sudah menjadi tugas federasi [Ikatan Pencak Silat Indonesia] dan negara ini untuk bisa melakukan komunikasi dan koordinasi dengan OCA [Olympic Council of Asia] agar pencak silat tetap dipertandingan di Tiongkok. Federasi harus meyakinkan memang olahraga ini diminati pangsa-pangsa Asia, harus muncul federasi-federasi pencak silat yang terdaftar di negara-negara setempat,” ujar Pelatih Pelatnas Pencak Silat, Rony Syaifullah, ketika dihubungi Solopos.com, Rabu (29/8/2018) malam WIB.

Meski sudah diakui sebagai salah satu cabang olahraga sejak 1948, pencak silat baru melakoni debut di Asian Games saat Indonesia menjadi tuan rumah pada 2018 ini. Pemerintah Indonesia melakukan lobi kepada OCA dan meminta pencak silat dipertandingan resmi di Asian Games 2018, sebagai syarat mereka menjadi tuan rumah pesta olahraga multievent terbesar di Asia ini.

Animo negara-negara Asia untuk berkompetisi di cabang baru di Asian Games ini pun tinggi. Terbuktik, terdapat 17 negara yang mengikuti pencak silat di Asian Games yang digelar di Jakarta-Palembang saat ini. “Syarat untuk dipertandingan di Asian Games 2018 ini minimal enam negara. Tapi ternyata antusiasmenya untuk mendalami pencak silat [negara-negara Asia] semakin tinggi,” ujar pelatih pencak silat asal Boyolali tersebut.

Bahkan, Indonesia tidak hanya sebatas memperjuangkan pencak silat untuk tetap bertahan di Asian Games 2022 mendatang. Indonesia juga berupaya membawa olahraga asal Indonesia ini menembus event multicabang yang lebih tinggi, yakni Olimpiade.

“Menurut informasi, kita [Indonesia] bidik Olimpiade untuk 2032 mendatang. Rencana step by step [agar pencak silat] bisa ke Olimpiade. Tetap harus optimistis,” lanjut pemegang gelar doktor pendidikan keolahragaan tersebut.

Menurut Rony, minimal Indonesia harus memperkenalkan pencak silat melalui sport event culture di Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang nanti. “Menpora [Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, Imam Nahrawi,] sudah bertemu menteri olahraga Jepang, meminta agar Jepang terbuka dengan pencak silat sebagaimana Indonesia terbuka dengan olahraga bela diri dari Jepang. Di Jepang, pencak silat sendiri sudah eksis di sana. Jadi minimal ada sport event culture di Olimpiade 2020 Tokyo, jika memang ekshibisi tidak memungkinkan,” ujar doesen Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ini.

Dalam wawancaranya di program talk show televisi Mata Najwa, Imam Nahrawi, mengatakan pemerintah memperjuangkan cabang-cabang potensial Indonesia untuk dipertandingkan di Olimpiade. Selain pencak silat, cabang panjat tebing yang menopang tiga medali emas bagi Indonesia di Asian Games 2018 juga layak diperjuangkan menembus Olimpiade.

“Harus diupayakan agar ada ekshibisi [pencak silat] di Olimpiade 2020 di Tokyo nanti,” ujar Imam.