Ayo Konsisten Raih Prestasi Jonatan dan Anthony!

Jonatan Christie dan Antohny Ginting bersama pelatih Hendry Saputra (Badmintonindonesia.org)
31 Agustus 2018 19:25 WIB Ahmad Baihaqi Sport Share :

Solopos.com, SOLO - Dua tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting, berhasil meraih medali di Asian Games 2018. Pelatih tunggal putra PBSI, Hendry Saputra, meminta dua pemainnya itu terus tampil konsisten.

Di Asian Games 2018, Jonatan Christie sukses menyumbang medali emas. Pebulu tangkis yang akrab disapa Jojo itu memenangi babak final melawan wakil Taiwan, Chou Tien Chen, dalam pertarungan tiga game dengan skor 21-18, 20-22, dan 21-15. Sebelumnya, Jonatan juga mengalahkan beberapa pemain unggulan seperti Shi Yuqi dari China.

Sementara Anthony berhasil menyabet medali perunggu setelah tumbang di babak semifinal. Dia dikalahkan oleh Chou Tien Chen. Meski begitu, performa Anthony sepanjang turnamen layak mendapat pujian karena menyingkirkan sejumlah pemain top seperti Kento Momota, Srikanth Kidambi, hingga Chen Long.

Tak ayal, peforma tunggal putra Indonesia pun mendapat pujian sepanjang Asian Games 2018. Hendry Saputra pun turut senang dengan pencapaian anak asuhnya. Namun dia berharap perfroam Jojo dan Anthony bisa konsisten mengingat keduanya juga kerap terjegal di turnamen-turnamen resmi internasiona.

"Konsisten! Ini yang paling utama dan paling menantang. Konsisten dari segi prestasi dan bagaimana dia mengelola keadaan dirinya sendiri. Kalau suatu saat peringkat dia naik tapi dia tidak bisa jaga pikiran, jaga fisiknya, tekniknya, mainnya, otomatis akan drop juga. Nah itu tugas saya untuk membantu," kata Hendry seperti dikutip dari Badmintonindonesia.org, Jumat (31/8/2018).

"Setelah ini ada tiga turnamen yang harus diikuti di Jepang, China dan Korea. Dalam pekan ini kami akan recovery. Mereka sudah delapan kali tanding selama Asian Games 2018. Jadwal padat itu sebelumnya belum pernah dilakukan Jonatan dan Ginting kalau tidak salah."

"Tiga kali main di beregu dan perorangan, berarti delapan kali. Kalau di turnamen world tour, sampai final hanya lima kali main, mereka sudah over tiga pertandingan," terangnya.

 "Saya harus jujur mengatakan bahwa dalam beberapa hari ke depan mereka butuh refreshing dulu, pikirannya, ototnya, sampai pulih baru saya coba fokus ke tiga turnamen itu. Target tiga-empat hari harus cepat balik kondisinya. Soal latihan, tetap ada, besok sudah mulai latihan lagi. Hanya disesuaikan dengan kondisi mereka," tutup Hendry.