Anggar Berpotensi Jadi Lumbung Emas Solo di Porprov 2018

Ilustrasi Anggar (dok. Solopos)
10 September 2018 14:25 WIB Hanifah Kusumastuti Sport Share :

Solopos.com, SOLO — Cabang olahraga (Cabor) anggar berpotensi menjadi lumbung emas bagi kontingen tuan rumah Solo di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2018, 19-25 Oktober mendatang.

Solo akan menurunkan sebagian atlet yang berlaga di Asian Games 2018. Di antaranya Ryan Pratama, Sutrisni, dan Agustin Dwi Damayanti. Wajar, apabila Solo menargetkan mampu memperoleh enam medali emas di kejuaraan multievent di Jateng bulan depan.

“Di Solo ini kami enggak usah muluk-muluk, enam medali ema saja,” jelas Pelatih Anggar Solo, Hendra Faradilla, ketika dijumpai Solopos.com di sela-sela kirab atlet Asian Games 2018 di Lapangan Kota Barat, Solo, Minggu (9/9/2018) pagi WIB.

Enam medali emas yang dipatok dari cabang anggar tersebut masing-masing tiga emas dari nomor perorangan dan tiga emas dari nomor beregu. Dari nomor perorangan yakni degen putra, degen putri, dan sabel putri. Ryan Pratama direncanakan terjun di degen putra, Sutrisni di degen putri, dan Agustin di sabel putri. “Mereka atlet-atlet andalan yang ikut terjun di Asian Games lalu,” ujar Hendra.

Adapun untuk tiga medali emas beregu yang ditargetkan yakni beregu degen putra, beregu sabel putri, dan beregu floret putri. Pada Porprov sebelumnya di Banyumas pada 2013, Solo menjadi juara umum di cabor anggar dengan mengantongi tujuh medali emas.

Menurut Hendra, meski target emas anggar di Porprov 2018 lebih sedikit dari realisasi perolehan emas pada Porprov 2013, bukan berarti fencer-fencer Solo bakal bermain setengah hati. “Target itu enggak usah muluk-muluk, nanti realisasinya semoga lebih banyak,” ujar dia.

Cabor anggar di Porprov 2018 akan dipertandingkan pada 21-24 Oktober 2018. Satu setengah bulan menjelang hari H, para atlet anggar Kota Bengawan kian intens berlatih di Kampus 2 Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Solo. “Latihannya intens, pagi dan sore,” ungkap dia.

Anggar bisa membantu Kontingen Solo memenuhi target runner-up di Porprov nanti. Ketua Umum KONI Solo, Gatot Sugihartono, yakin target runner-up bisa terpenuhi. “Memang targetnya tidak muluk-muluk [meski tuan rumah]. Realistis saja. Ada kontingen yang kuat, seperti Semarang,” jelas Gatot.

Menurut Gatot, Solo siap menjadi tuan rumah Porprov meski belum ada penentuan venue-venue yang bakal dipakai untuk bertanding. Stadion utama Solo, Stadion Manahan, sedang dalam tahap renovasi dan belum bisa dipergunakan pada Oktober nanti. Otomatis, Solo harus mencari beberapa venue cabor yang biasanya dipertandingkan di kompleks Stadion Manahan. “Sekarang kami sedang mensurvei lokasi-lokasi itu,” jelas Gatot.