Moto GP 2018: Yamaha di Ambang Puasa Kemenangan Terpanjang

Dua pembalap Yamaha, Valentino Rossi dan Maverick Vinales. (Twitter/YamahaMotoGP)
21 September 2018 18:25 WIB Chrisna Chaniscara Sport Share :

Solopos.com, ARAGONTim Yamaha mempertaruhkan harga diri mereka di GP Aragon, Spanyol, akhir pekan ini. Mereka akan mencatatkan sebuah rekor buruk, puasa kemenangan terpanjang sejak 1972, jika sampai gagal juara di Aragon. 

Kemenangan terakhir pabrikan asal Yamaha ini memang sudah cukup lama yakni ketika Valentino Rossi naik podium tertinggi di Sirkuit Assen Belanda tahun lalu. Setelah itu Tim Garpu Tala menjalani puasa kemenangan di 22 balapan berikutnya. Rekor tersebut menyamai puasa gelar Yamaha pada rentang 1997-1998 yang akhirnya disudahi oleh Simon Crafar di Donington Park. 

Perbedaan puasa kemenangan Yamaha pada saat ini dengan 1997-1998 adalah Honda menyapu bersih 22 balapan tersebut. Sedangkan saat ini Honda memenangi 12 balapan berbagi dengan Ducati yang merebut 10 kemenangan dalam 22 balapan terakhir. Sayangnya upaya Yamaha mengakhiri mimpi buruk terbentur tren minor mereka di Aragon. 

Sejak digelar pada 2010, hanya ada tiga pembalap yang pernah menang di sirkuit itu yakni yaitu Casey Stoner (2010, 2011), Jorge Lorenzo (2014, 2015), dan Marc Marquez (2013, 2016, dan 2017).

Di sisi lain, Yamaha tengah dalam laju buruk setelah Rossi dan Maverick Vinales absen naik podium dalam tiga seri terakhir sejak finis ketiga dan kedua di Sachsenring, Jerman. 

Rossi sendiri hanya memiliki prestasi terbaik finis nomor tiga Aragon yang diraihnya pada 2013, 2015 dan 2016. Meski demikian rider berjuluk The Doctor itu enggan patah arang.  “Kami ingin berjuang demi podium, dan itu akan menjadi penting untuk bekerja dengan baik sejak hari pertama. Kami ingin naik podium lagi,” ujar Rossi dilansir Motorsport, Kamis (20/9/2018).