Moto GP Aragon 2018: Peluang Ducati Raih Kemenangan Lagi

Pembalap Ducati (Reuters/Max Rossi)
23 September 2018 14:25 WIB Chrisna Chaniscara Sport Share :

Solopos.com, ARAGON — Tim Ducati sekali lagi menunjukkan kapasitasnya untuk memberi perlawanan pada juara bertahan, Marc Marquez, di sisa Moto GP 2018 ini. Setelah menjuarai GP San Marino lewat Andrea Dovizioso dua pekan lalu, Ducati kembali berpeluang merebut gelar di Sirkuit Aragon, Minggu (23/9/2018).

Hal itu setelah Ducati menguasai posisi start pertama dan kedua dalam kualifikasi yang digelar Sabtu (22/9/2018) malam WIB. Jorge Lorenzo menempati pole position dengan catatan waktu 1 menit 46,881 detik disusul Dovi yang berada 0,014 detik di belakangnya. Adapun Marquez harus puas start di posisi ketiga karena tertinggal 0,079 detik dari Lorenzo.

Performa cemerlang Ducati memang sudah terlihat sejak mereka menguasai empat besar di latihan bebas pertama, Jumat (21/9/2018). Selain Lorenzo dan Dovizioso, duet satelit Pramac Ducati, Danilo Petrucci dan Jack Miller berhasil mengamankan posisi empat besar. Pole yang diraih Lorenzo sendiri merupakan hattrick pole position bagi pembalap bernomor 99 itu. Sebelumnya Lorenzo menjadi yang tercepat di sesi kualifikasi Silverstone dan Misano.

Kekuatan Ducati di Aragon jelas menjadi ancaman Marquez yang berniat mencetak kemenangan ketiga beruntun di sirkuit itu. Kemenangan memang amat dibutuhkan Baby Alien, julukan Marquez, untuk menghindari kejaran Dovi di klasemen sementara. Saat ini pembalap Honda itu unggul 67 poin dari Dovizioso dengan sisa enam balapan.
Pembalap LCR Honda, Cal Crutchlow, yang bakal start dari posisi keempat menilai Ducati mendapat keuntungan berkat tes privat yang mereka lakukan di Aragon bulan lalu. “Ducati punya sedikit kelebihan atas kami [Honda] karena mereka tes di sini. Mereka juga unggul di race pace,” ujar Crutchlow dilansir Motorsport, Sabtu.

Sementara itu, duo pembalap Yamaha, Maverick Vinales dan Valentino Rossi, gagal menembus 10 besar posisi start di Aragon. Rossi bahkan tampil jauh dari optimal dengan raihan nomor 18 di kualifikasi. Yamaha pun semakin dekat dengan rekor puasa kemenangan terpanjang mereka sejak 1962. Rossi pun menyindir satir performa motornya yang lagi-lagi jauh dari harapan.

“Kalian berpikir tahun ini adalah tahun yang sia-sia? Tidak, saya berkeliling dunia dan melihat banyak kota yang indah,” ujar Rossi yang tak pernah mencicipi podium utama sejak GP Assen Belanda 2017, dilansir GP One.