Formula 1 2018: Cerita Hamilton Menang Cuma-Cuma di GP Rusia

Hamilton dan Bottas (Reuters/Maxim Shemetov)
01 Oktober 2018 15:25 WIB Chrisna Chaniscara Sport Share :

Solopos.com, SOCHI — “Valtteri, ini Toto. Memang hari yang berat untukmu, berat untuk kita semua. Mari kita bertemu dan bicarakan bersama.” Demikian petikan pembicaraan Toto Wolff, Bos Mercedes, dengan Valtteri Bottas, via sambungan radio seusai balapan GP Rusia di Sirkuit Sochi, Minggu (30/9/2018) malam WIB.

Di race tersebut, Bottas kembali harus “mengalah” pada Hamilton menyusul taktik team order yang diterapkan Mercedes di pertengahan lomba. Bottas memang cukup frustrasi setelah Mercedes memintanya memberi jalan pada Hamilton di lap ke-16. Padahal pembalap Finlandia ini tengah nyaman memimpin perlombaan setelah start dari pole position.

Strategi team order mulai dilancarkan setelah Hamilton sebelumnya berhasil menyalip Vettel untuk mengamankan posisi kedua. Taktik itu akhirnya mampu membawa Hamilton tak tersentuh hingga akhir lomba dan mengantarnya meraih kemenangan ketiga beruntun musim ini. Total pembalap Inggris itu telah meraih delapan juara seri pada 2018.

Berkat kemenangan di Sochi, Hamilton kian menjauh dari kejaran Sebastian Vettel di posisi kedua klasemen dengan keunggulan 50 poin. Jarak yang cukup lebar ini membuat peluang Hamilton untuk mempertahankan gelar juara dunia makin besar. Terlebih musim ini tinggal menyisakan lima seri untuk dilalui.

Meski demikian tak sedikit yang mencibir kemenangan Hamilton di Rusia lantaran dilakukan dengan “mengorbankan” rekan setimnya. “Valtteri melakukan hal yang fantastis akhir pekan ini, dia benar-benar lelaki sejati. Saya paham ini berat untuknya,” ujar Hamilton yang cenderung tak bersemangat saat berada di podium, seperti dilansir Autosport, Minggu.

Bottas sendiri mencoba legawa setelah peluangnya meraih kemenangan perdana musim ini justru “dicuri” timnya sendiri. Dia menilai strategi yang dilakukan adalah untuk kebaikan Mercedes.

“Hasil yang bagus untuk tim ini. Namun semua melihat ini adalah race yang sulit. Kami harus menjalankan semua skenario. Lewis bertarung untuk gelar juara dunia, tim ini bertarung untuk gelar konstruktor,” tutur Bottas yang kini naik ke posisi ketiga klasemen sementara, menggeser Kimi Raikkonen.