Tahukah Anda? Begini Sejarah Panjang Asian Para Games

Logo Asian Para Games 2018
06 Oktober 2018 09:10 WIB Chelin Indra Sushmita Sport Share :

Solopos.com, SOLO – Kesuksesan Indonesia menyelenggarakan Asian Games 2018 masih terekam jelas dalam ingatan. Selanjutnya, Indonesia menjadi tuan pesta olahraga atlet difabel se-Asia, Asian Para Games 2018, yang dihelat pada 6-13 Oktober 2018.

Asian Para Games 2018 diikuti sekitar 2.800 atlet dari 42 negara di Asia anggota Asian Paralympic Comittee. Ada 16 cabang olahraga yang dipertandingkan, yakni panahan, atletik, bulu tangkis, boccia, boling, catur, bola gawang, judo, boling lapangan, angkat beban, menembak, renang, tenis meja, voli, basket, anggar, serta tenis kursi roda.

Dihimpun dari berbagai sumber, Jumat (5/10/2018), penyelenggaraan Asian Para Games bermula dari Far East and South Pacific Games for the Disabled (FESPIC) Games yang digelar di Oita, Jepang 1975 silam. FESPIC Games merupakan multisporting event bagi atlet difabel yang digelar untuk meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas melalui olahraga.

Indonesia pernah dipercaya menjadi penyelenggara FESPIC Games pada 1986 yang digelar di Kota Solo, Jawa Tengah. FESPIC Games kali terakhir digelar di Malaysia pada 2006. Selanjutnya, Asian Paralympic Committee mengambil alih tanggung jawab sebagai wadah organisasi atlet difabel. Mereka kemudian menyelenggarakan Asian Para Games 2010 di Guangzhou, China.

Asian Para Games merupakan ajang olahraga empat tahunan yang digelar khusus untuk para difabel di kawasan Asia. Kali ini, Asian Para Games digelar oleh Indonesia Asia Para Games Organizing Commitee (INAPGOC). Adapun maskot Asian Para Games 2018 adalah elang bondol yang diberi nama Momo. Maskot ini dipilih mewakili motivasi dan mobilitas.

Asian Para Games 2018 diharapkan dapat mempromosikan kesetaraan dalam kehidupan sosial dengan menghargai diri sendiri dan orang lain serta mempromosikan fair play. Kesuksesan para atlet diharapkan menjadi inspirasi bagi orang lain.