Marquez Bisa Juara Dunia di Motegi, Begini Skenarionya

Marc Marquez (Reuters/Soe Zeya Tun)
08 Oktober 2018 15:25 WIB Chrisna Chaniscara Sport Share :

Solopos.com, BURIRAMMarc Marquez berpeluang memastikan gelar juara dunia Moto GP 2018 pada balapan GP Jepang, 21 Oktober 2018 mendatang. Ini setelah Marquez memenangi duel sengit melawan Andrea Dovizioso dalam GP Thailand di Sirkuit Buriram, Minggu (7/10/2018). Pembalap Honda ini memastikan gelar di Thailand setelah menyalip Dovi di tikungan terakhir jelang garis finis.

Kemenangan di Buriram membuat Marquez kini unggul 77 poin atas Dovizioso dengan musim menyisakan empat balapan di Jepang, Australia, Malaysia, dan Valencia. Dengan peta persaingan tersebut, Marquez dipastikan bakal mempertahankan gelar juara dunia jika mampu finis di depan Dovi di Motegi meski gagal meraih juara seri.

Baby Alien juga bisa menyegel trofi juara dunia walau finis di belakang pembalap Ducati itu. Syaratnya Marquez harus finis di posisi enam atau lebih buruk dan Dovi finis tepat di depannya. Dengan begitu Marquez hanya akan kehilangan satu poin dan unggul 76 poin dengan tiga seri tersisa.

Jika mampu merebut gelar juara dunia musim ini, Marquez benar-benar menunjukkan dominasinya di kelas premier sejak promosi ke kelas Moto GP pada 2013. Marquez sudah merebut empat gelar juara dunia Moto GP sejak promosi.

“Kemenangan yang luar biasa di Thailand setelah akhir pekan yang sulit. Kemenangan ini membuat kami tinggal satu langkah lagi merebut impian,” ucap Marquez seperti dilansir Crash, Minggu.

Marquez mengaku sempat tak percaya diri ketika bersaing dengan Dovizioso pada lap terakhir GP Thailand. Hal itu tak lepas dari catatan buruknya ketika beradu dengan Dovi di lap-lap krusial. GP Austria musim lalu menjadi salah satu kekalahan Marquez yang paling menyakitkan karena terjadi jelang garis finis.

“Tidak menyenangkan untuk kalah di tikungan terakhir. Namun saya sangat senang karena trek ini sebenarnya tidak ideal bagi kami,” ujar Dovi.

Di sisi lain, Yamaha perlahan kembali ke performa terbaik setelah menempatkan Maverick Vinales di podium ketiga. Valentino Rossi bahkan sempat memimpin di awal lomba meski akhirnya finis di posisi keempat. “Ini adalah balapan terbaik untuk Yamaha di paruh kedua musim,” kata Rossi.