Penutupan Asian Para Games Makin Menarik dengan Suguhan Teatrikal

Asian Para Games 2018 (Twitter inapgoc)
13 Oktober 2018 11:00 WIB Chrisna Chaniscara Sport Share :

Solopos.com, JAKARTA – Apa yang paling diingat dari pembukaan Asian Para Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pekan lalu? Selain aksi memanah Presiden Joko Widodo bersama Bulan Karunia Rudianti, barangkali performa penyanyi cilik inilah yang paling membekas di hati penonton.

Allafta Hirzi Sodiq, nama musisi itu, mampu menyihir puluhan ribu pengunjung SUGBK dengan keahliannya memainkan tuts piano sambil menyanyikan lagu Heal The World milik Michael Jackson.

Musisi tunanetra yang akrab disapa Zizi ini kembali berkesempatan membuat bulu kuduk merinding saat tampil dalam upacara penutupan Asian Para Games di Stadion Madya, Senayan, Sabtu (13/10/2018) malam. Bedanya, kali ini perempuan 10 tahun itu akan berduet dengan Naura untuk membawakan lagu tema Asian Para Games 2018 berjudul Sang Juara. “Deg-degan, tapi senang sekali,” ujar Zizi yang memiliki gangguan penglihatan sejak bayi, seperti dilansir Antara, Jumat (12/10/2018).

Meski tak semeriah upacara pembukaan, closing ceremony Asian Para Games 2018 akan tetap menyuguhkan hiburan yang berkesan. Selain Zizi dan Naura, deretan artis seperti Judika, Cokelat, NTRL, Rio Febrian, Sheryl Sheinafia hingga penyanyi tunanetra, Claudya Fritsca, bakal menyemarakkan upacara penutupan bertema Moment of Wonder itu. Yang ditunggu tentu penampilan girlgroup asal Korea Selatan, Ace of Angels (AOA) yang akan menjadi hiburan pamungkas di Stadion Madya. Kehadiran AOA tentu menarik setelah di Asian Games panitia juga mendatangkan artis K-Pop, Super Junior.

AOA dipilih setelah girlband lain yakni Blackpink dan Red Velvet sudah punya agenda konser lain. Direktur Upacara Penutupan Asian Para Games 2018, Aulia Mahariza, menjanjikan penampilan spesial dari Mina dkk. “Mereka akan tampil live, tidak lip sync,” ujar Aulia.

Para artis bakal tampil di panggung megah persegi panjang berukuran 28 meter dengan fasilitas LED 7 meter. Selain penampilan musisi, closing ceremony Asian Para Games edisi ketiga itu akan dimeriahkan pertunjukan piktogram wayang jelang pemadaman api kaldron. Pertunjukan ini bakal dibarengi aksi penari di atas panggung. Aulia mengatakan Stadion Madya dipilih sebagai venue karena SUGBK masih dipakai untuk pertandingan atletik hingga Sabtu.

“Memang lokasi penutupan lebih kecil, tapi mudah-mudahan jauh lebih meriah,” kata Aulia.

Closing ceremony akan terdiri dari lima segmen yakni selamat datang, bendera, pemeran utama, protokoler, dan konser, konsep teatrikal bakal disuguhkan pada awal pertunjukan mulai pukul 19.00-20.00 WIB. Selanjutnya acara banyak diwarnai konser musik sampai akhir. Informasi terbaru, upacara penutupan bakal dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla karena Presiden Joko Widodo masih mengikuti pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Bali.

Sementara itu sebanyak 17.000 tiket closing ceremony sudah terjual dan terdistribusi hingga hari Jumat. Inapgoc menyatakan masih ada sekitar 3.000 tiket yang belum terjual untuk kelas festival. Tiket tersebut dapat dibeli lewat loket.com seharga Rp200.000 hingga Rp500.000. “Kapasitas stadion 21.000 orang. Di upacara penutupan, kami akan utamakan untuk disabilitas karena ini acara mereka. Kami akan rayakan kemenangan mereka di acara penutupan,” ujar anggota panitia closing ceremony, Christian Hasiholan.