Porprov Jateng 2018: Renang dan Atletik Solo dapat Rapor Merah

Ilustrasi berenang (Sportingz)
25 Oktober 2018 20:25 WIB Moh Khodiq Duhri Sport Share :

Solopos.com, SOLO — Sejumlah kontingen cabang olahraga (cabor) mendapat rapor merah dari KONI Solo karena tampil di bawah ekspektasi di ajang Porprov Jateng XV 2019 pada Jumat-Kamis (19-25/10/2018).

Ketua KONI Solo Gatot Sugihartono mengatakan medali emas yang diraih kontingen Solo memang sudah melebihi target. Dari target 66 medali emas, kontingen Kota Solo mampu memborong 83 medali emas. Hal itu, kata Gatot, membuktikan bahwa pembinaan atlet di Kota Solo berjalan baik dalam tiga tahun terakhir.

“Kota Semarang yang meraih Juara Umum I sebenarnya menargetkan meraih 170 medali emas. Tapi, mereka hanya dapat 114 medali emas. Ini membuktikan bahwa perebutan medali antarkota/kabupaten di Jateng sudah berlangsung ketat. Pembinaan atlet di Jateng sudah merata. Mungkin 10 tahun ke depan, Solo akan mengungguli Semarang jika sistem pembinaan atlet seperti ini bisa dipertahankan,” ujar Gatot seusai upacara penutupan Porprov Jateng XV 2018 di Stadion Sriwedari, Kamis.

Gatot merasa bangga sejumlah cabor seperti panjat tebing, pencak silat, kempo, anggar, panahan dan lain-lain mampu meraih juara umum. Perolehan medali emas mereka jauh melebihi target. Namun begitu, Gatot menyesalkan sejumlah cabor yang mestinya bisa menjadi lumbung emas justru tampil di bawah ekspektasi.

“Ada banyak cabor yang dapat rapor merah. Tapi yang paling saya sesalkan itu cabor renang dan atletik. Dua cabor ini mempertandingkan banyak nomor. Mestinya mereka bisa menjadi lumbung emas," ujar Gatot.

"Pada Porprov Jateng 2013 di Banyumas, renang dapat satu medali emas dan sembilan medali perak. Sekarang hanya dapat satu medali perak. Dulu cabor atletik bisa sumbang empat medali emas, sekarang cuma satu medali emas. Ini menandakan bila pembinaan atlet cabor renang dan atletik itu tidak sehat. Pembinaan atlet mereka kurang maksimal,” bebernya.

Gatot juga menyoroti cabor sepak takraw yang sudah lama tidak mendulang medali di Porprov Jateng. Sejumlah cabor baru seperti bola tangan dan hoki juga menjadi sorotan karena tak mampu mendulang medali. “Untuk cabor baru lainnya seperti petanque, yongmoodo dan muaythai masing-masing menyumbang satu medali emas. Itu sudah lumayan karena mereka cabor baru,” jelas Gatot.

Di sisi lain, Gatot menegaskan semua atlet dan pelatih peraih medali emas, perak dan perunggu bakal menerima bonus dari Pemkot Solo. Bonus itu akan dicairkan melalui APBD Kota Solo 2019. “Besarnya berapa masih dihitung. Nanti baru dibahas di RAPBD 2019. Yang jelas, bonus atlet sengaja dicairkan pada 2019 karena harus menyesuaikan jumlah atlet yang berprestasi di Porprov Jateng kali ini,” paparnya.