Kejurnas Silat Perti: Andalan UNS Solo Kandas di 16 Besar

Pertandingan silat di Kejurnas Silat Perguruan Tinggi (Solopos/M. Ferri Setyawan)
27 November 2018 20:55 WIB Chrisna Chaniscara Sport Share :

Solopos.com, SOLO — Hari kedua Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Silat Perguruan Tinggi (Perti) VII 2018 mulai menyajikan kejutan besar. Pesilat andalan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) yang juga juara bertahan kejurnas, Nadia Haq Umami Nur Cahyani, harus terhenti di babak 16 besar.

Nadia takluk dengan skor tipis 2-3 dari atlet asal Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Wulan Handayani, dalam laga di Sritex Arena, Selasa (27/11/2018). Hasil ini di luar prediksi mengingat Nadia menjadi salah satu atlet yang diunggulkan untuk kembali meraih medali emas di kejurnas.

Mahasiswi FKIP UNS angkatan 2016 itu juga telah malang melintang di kejuaraan nasional dan internasional. Terakhir Nadia meraih juara di Kejuaraan Silat Antar Bangsa Feskom 2017 di Malaysia serta UNJ Open pada Mei 2018. Namun predikat unggulan tersebut tampaknya menjadi beban tersendiri bagi sang atlet. “Sebenarnya kekalahan tadi lebih bersumber pada Nadia sendiri,” ujar Pelatih Silat UNS, Sayid Fariz, saat ditemui Solopos.com di Sritex Arena, Selasa malam.

Fariz melihat anak asuhnya cenderung terburu nafsu untuk mematikan lawan sehingga justru kecolongan di akhir laga. Di sisi lain, keberadaan Wulan Handayani yang cenderung belum punya jam terbang di kejurnas juga diakui membuat pihaknya kesulitan memetakan kekuatan lawan. Publik Sritex Arena sendiri sempat dibuat panas dingin dengan jalannya laga yang amat ketat. “Memang benar-benar di luar prediksi. Faktor keberuntungan juga bermain di laga ini,” ujar Fariz.

Meski gagal di kategori B Putri, Nadia masih memiliki peluang menyumbang emas di kategori seni. Fariz pun berharap anak asuhnya yang lain mampu all out untuk menjaga asa UNS meraih hattrick juara umum kejurnas.

Pada hari kedua, Selasa (hingga pukul 19.00 WIB), UNS meloloskan dua atletnya ke babak perempat final yakni Wisnu Bayu Murti yang mengalahkan M. Fahrurrozy (Universitas Lampung) di kategori E Putra serta Alfiah Mukaromah yang membekuk Fitri Fadhila (Universitas Islam Malang) di kategori A Putri. Adapun wakil UNS lain seperti M Inggil (A Putra) dan Inosen Lingsir (E Putra) harus mengakui keunggulan lawan di babak 16 besar.

Pejabat Seksi Acara Kejurnas, Aminudin, menyebut jalannya laga perempat final pada Rabu (28/11) dipastikan lebih ketat. “Tak menutup kemungkinan ada kejutan lain jika melihat jalannya turnamen hari ini,” ujar Aminudin.