Ingin Jadi Juara Dunia Panjat Tebing? Ini Tips dari Aries Susanti

Aries Susanti (Antara/Hendri Nurdiyansyah)
02 Desember 2018 17:25 WIB Moh Khodiq Duhri Sport Share :

Solopos.com, SOLO - Nama Aries Susanti Rahayu mendunia setelah menjadi yang tercepat di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing, International Federation of Sport Climbing (IFSC) WorldCup 2018 di Chongqing Tiongkong, pada Mei 2018 lalu. Warga Desa Taruman, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, ini memukau penonton seusai mengalahkan atlet Rusia, Elena Timofeeva yang menjadi jawara kejuaraan panjat dinding super series. 

Mahasiswi Jurusan Manajemen dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) itu makin menjadi idola baru anak muda setelah meraih emas di Asian Games 2018 lalu. Bersama Aspar Jaelolo, Aries Susanti juga mampu menduduki podium tertinggi di ajang IFSC Climbing Worldcup di Wujiang, Tiongkok pada 20-21 Oktober 2018. Di KNPT XVII ini, Aries Susanti mampu menyumbang satu medali emas untuk Jawa Tengah dari nomor speed world record, Jumat (30/11/2018).

Aries Susanti mulai menyukai panjat tebing sejak duduk di bangku kelas VIII SMP. Sebelumnya ia pernah menapaki karier di cabor atletik. Meski sudah menorehkan prestasi di cabor atletik, Aries Susanti mantap menapaki karier sebagai atlet panjat tebing karena menuruti nalurinya sebagai seorang anak yang hobi memanjat. Melalui Solopos.com, Aries pun berbagi tips kepada atlet panjat tebing pemula supaya kelak bisa menyamai prestasi yang pernah diraihnya.

“Yang pasti harus pantang menyerah. Untuk menjadi juara dan meningkatkan level di internasional itu tidak cukup latihan 1-2 tahun, tetapi butuh latihan bertahun-tahun. Jadi, nikmatilah proses latihannya. Kalau hari ini kalah, belum tentu besok kalah. Selagi ada usaha keras, kita pasti bisa,” papar wanita penyuka kuliner selad khas Solo ini.

Predikat juara dunia sudah disandang Aries Susanti. Kepiawaian dia dalam menaklukkan ketinggian dan melawan grafitasi bumi membuat ia dijuluki spiderwomen. Namun, sebagai manusia biasa, Aries Susanti sebenarnya masih merasakan ketakutan saat berada di ketinggian. 

“Terutama di nomor lead [setinggi 15 meter]. Begitu sampai atas sempat deg-degan kalau lihat bawah. Baru sadar ternyata tinggi juga,” ujar Aries.