Pencak Silat Solo Target 5 Emas di Popda SMP Soloraya

Ilustrasi silat (Solopos/Whisnupaksa)
06 Desember 2018 00:25 WIB Ivan Andimuhtarom Sport Share :

Solopos.com, SOLO - Tim Pencak Silat tingkat SMP Kota Solo menargetkan mampu meraup lima medali emas dalam acara Pekan Olah Raga Daerah (Popda) Soloraya akhir Januari atau awal Februari mendatang. Target tersebut lebih tinggi dibanding perolehan medali emas tahun 2018 yaitu tiga emas.

Pada Popda Kota Solo awal November 2018 lalu, Kelas Khusus Olah Raga (KKO) SMPN 1 Solo menjadi juara umum dengan torehan empat medali emas. Tim pencak silat KKO SMPN 1 Solo mulai melakukan persiapan khusus agar atlet yang kelak ditunjuk dapat memberikan hasil positif dalam Popda Soloraya.

Targetnya, atlet yang menjadi juara tingkat eks Karesidenan Surakarta tersebut bisa terpilih dalam Popda Tingkat Jawa Tengah yang rencananya diselenggarakan Maret 2019.

Pelatih silat KKO SMPN 1 Solo, Sapto Purnomo, mengatakan siswa binaannya mulai mengikuti persiapan khusus. Persiapan khusus tersebut adalah mengarahkan latihan dalam format pertandingan, bukan lagi persiapan umum atau sekadar fisik.

“Proses seleksi tingkat Kota Solo belum dilakukan. Jadi tim pencak silat Kota Solo memang belum terbentuk secara resmi,” ujarnya kepada Solopos.com, Rabu (5/12/2018) petang.

Meski demikian, Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kota Solo telah memberikan petunjuk pelaksanaan (juklak) sehingga Sapto mulai memberikan porsi latihan sesuai petunjuk tersebut. Ia sudah mempersiapkan orang-orang yang berpotensi masuk tim pencak silat Kota Solo tingkat SMP.

Dalam Popda Soloraya, terdapat tujuh kelas putri dan delapan kelas putra. Kelas putri adalah B, C, D, E, F, G, dan H. Sedangkan kelas putra adalah B, C, D, E, F, G, H, dan I. semuanya adalah kategori tanding. “Kategori seni atau jurus memang tidak diperlombakan dalam Popda,” terang dia.

Ia menyatakan Kota Solo menargetkan medali sebanyak-banyaknya. Namun, target realistis tahun 2019 adalah lima medali emas. Target itu ditetapkan karena persaingan di Soloraya begitu sengit. “Tahun lalu Solo dapat emas di tiga kelas. Bisa dapat emas di enam kelas saja, bisa jadi juara umum. Persaingan ketat. Kami menyadarinya,” terangnya.