Race Perdana Formula 1 2019 Digelar Lebih Cepat

Balapan Formula 1 (Reuters Hamad I Mohamed)
08 Desember 2018 15:25 WIB Ivan Andimuhtarom Sport Share :

Solopos.com, SAINT PETERSBURG - Para penggemar balapan Formula One (F1) pasti telah menunggu jadwal balapan musim 2019. Kabar baiknya, FIA atau Federasi Otomotif Internasional telah menyetujui jadwal race kendaraan yang kerap dijuluki jet darat tersebut.

Dilansir dari Crash.net, Jumat (7/12/2018), jadwal tersebut mengacu pada rapat yang diselenggarakan World Motor Sport Council (WMSC) di Saint Petersburg, Rusia, pada Kamis (5/12/2018) waktu setempat.

F1 sebenarnya telah mengumumkan jadwal sementara musim 2019 pada awal September lalu. Setelah melalui proses revisi kecil, FIA kemudian memberikan persetujuan awal pada pertemuan WMSC Oktober 2018 lalu. Hingga akhirnya, persetujuan final balapan musim 2019 disetujui pada 5 Desember.

Balapan musim 2019 akan menyuguhkan aksi adu cepat antarpebalap F1 yang terbagi dalam 21 seri. Jumlah seri itu masih sama dengan musim 2018. Bedanya, pada musim depan, balapan bakal dilangsungkan satu pekan lebih cepat dan berakhir satu pekan lebih lambat dibanding F1 Musim 2018. Race perdana akan diadakan di Australian Grand Prix pada 17 Maret 2019. Sementara balapan final akan dilangsungkan di Abu Dhabi pada 1 Desember 2019.

Sesuai jadwal tersebut, balapan di Bahrain dan Tiongkok tidak lagi dilangsungkan dalam selisih waktu terlalu dekat. Pada musim 2018, selisih perhelatan di dua negara hanya satu pekan. Musim depan, selisih perhelatan di dua negara menjadi dua pekan.

Sedangkan balapan di Rusia kini dipasangkan dengan balapan di Singapura, yaitu diselenggarakan pada September 2019. sementara Meksiko dan Amerika Serikat bertukar posisi dibanding musim lalu. Musim depan, balap F1 di Meksiko menjadi balapan seri ke-18, sedangkan Amerika Serikat menjadi balapan seri ke-19.

Pada bagian lain, siaran F1 bakal memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk memunculkan grafik informasi baru di tengah balapan. F1 bekerja sama dengan Amazon Web Services (AWS) memakai teknologi terbaru untuk menampilkan beragam informasi dari setiap mobil kepada pemirsa televisi.

Direktur olahraga F1, Ross Brawn, dalam konferensi AWS yang dihelat pekan lalu di Las Vegas, Amerika Serikat, mengungkapkan siaran F1 bakal memanfaatkan teknologi pembelajaran mesin dari Amazon bernama Sagemaker. Teknologi itu digunakan untuk memunculkan grafik baru, salah satunya seperti informasi suhu ban.

"Mulai musim depan, kami akan memperluas fitur 'F1 Insights' pada para pemirsa, dengan mengintegrasikan data telemetri seperti posisi mobil, kondisi ban, bahkan cuaca," terang Brawn seperti dilansir dari motorsport.com.