SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Dukungan suporter Pasoepati untuk Persis Solo akan terus dihentikan, alias memboikot.

Solopos.com, SOLO — Pembentukan PT Persis Solo Saestu (PSS) ternyata belum mampu meredam aksi boikot yang dijalankan Pasoepati. Kelompok suporter setia skuat berjuluk Laskar Sambernyawa itu merasa kecewa terhadap proses pembentukan PT PSS yang terkesan tidak transparan.

Promosi Skuad Sinyo Aliandoe Terbaik, Nyaris Berjumpa Maradona di Piala Dunia 1986

DPP Pasoepati telah menggelar pertemuan dengan PT PSS untuk membahas persoalan pembentukan badan hukum Persis pada Minggu (5/4/2015). Namun, penjelasan para pengurus PT justru membuat para suporter semakin kecewa. Mereka menilai Persis bukan lagi milik warga Kota Solo, melainkan para direksi yang menguasai mayoritas saham klub.

“26% saham dimiliki 26 klub internal, sedangkan 74% lainnya dimiliki direksi. Siapa yang memberi mandat untuk menjual saham kepada investor? Masih belum diketahui. Kalau mengingat sejarahnya, semestinya Persis Solo milik warga Solo atau stakeholder, tidak bisa diswastakan atau dikomersilkan,” urai Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferrachtriawan, saat menghubungi Espos, Jumat (10/4/2015).

“Pembelian tiket sudah bukan untuk kesejahteraan pemain Persis saja, tetapi juga untuk para direksi dan pemegang saham PT,” imbuh dia.

Kondisi ini membuat ancaman boikot semakin serius membayangi langkah Laskar Sambernyawa musim ini. Padahal, selama ini, hasil penjualan tiket pertandingan menjadi pemasukan tunggal bagi Persis.

Salah seorang tokoh Pasoepati bahkan menyarankan DPP untuk menginstruksikan kepada seluruh anggota untuk memboikot semua pertandingan Persis hingga batas waktu yang belum ditentukan. Namun, DPP tidak ingin buru-buru mengambil sikap soal aksi boikot.

“Kami harus mempertimbangkan segala hal dengan seksama, jangan sampai menimbulkan gesekan di tubuh Pasoepati sendiri. Kami akan menampung aspirasi seluruh korwil, apakah perlu memboikot atau tidak? Jadi, saat ini belum ada sikap resmi dari DPP,” tutur Ginda.

Sebenarnya, aksi boikot para suporter telah berlangsung dalam serentetan laga uji coba yang dilakoni Laskar Sambernyawa musim ini. Tribune penonton yang biasanya tampak ramai pun terlihat sepi akhir-akhir ini. Tak pelak, pendapatan Persis terancam turun drastis jika aksi boikot terus berlanjut. Padahal, kompetisi Divisi Utama (DU) akan dimulai 26 April nanti.

Kendati demikian, masih ada beberapa kelompok suporter yang tetap setia menyaksikan pertandingan kandang Persis. “Itu yang perlu kami pertimbangkan. Karena ada suporter yang menilai kalau memboikot akan menyulitkan pemain dan tim. Kami perlu membicarakan persoalan ini, termasuk dengan pertimbangan kondisi PT,” ungkap Ginda. (Tri Indriawati/JIBI/Solopos)

Inilah para suporter Persis Solo, Pasoepati yang akan terus memboikot menyaksikan timnya. JIBI/Solop

Inilah para suporter Persis Solo, Pasoepati yang akan terus memboikot menyaksikan timnya. JIBI/Solop

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya