Sport
Selasa, 8 September 2015 - 07:25 WIB

KEJUARAAN PENCAK SILAT : Ke Malaysia, Jateng Bawa 8 Atlet

Redaksi Solopos.com  /  Mulyanto Utomo  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Kejuaraan pencak silat Internasional di Malaysia akan dijadikan ajang uji coba tim Pra Pon Jateng.

Solopos.com, SOLO — Tim Pencak Silat Jateng yang dipersiapkan tampil di Pra PON 2015 akhirnya mewujudkan keinginannya melakukan try out di Malaysia. Mereka akan tampil di Kejuaraan Internasional Malaysia Open di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa-Minggu (8-12/9/2015).

Advertisement

Pelatih Pencak Silat Jateng, Roni Syaifullah, mengaku dalam Malaysia Open nanti tidak akan membawa kekuatan penuh. Dari 25 atlet yang saat ini menjalani pemusatan latihan di Soloraya, hanya delapan di antaranya yang dibawa ke Malaysia.

“Kami tidak mematok target terlalu tinggi di sini. Target kami hanya sebagai uji coba sebelum turun ke PraPON, November mendatang. Jadi pesilat yang kami bawa hanyalah yang turun di nomor pertarungan dan sudah berpengalaman tampil di ajang internasional,” ujar Roni saat dihubungi Espos, Minggu (6/9/2015).

Advertisement

“Kami tidak mematok target terlalu tinggi di sini. Target kami hanya sebagai uji coba sebelum turun ke PraPON, November mendatang. Jadi pesilat yang kami bawa hanyalah yang turun di nomor pertarungan dan sudah berpengalaman tampil di ajang internasional,” ujar Roni saat dihubungi Espos, Minggu (6/9/2015).

Delapan atlet yang dibawa ke Malaysia itu terdiri dari dua putri dan enam putra. Di kelompok putri, Jateng akan diwakilkan Sri Rahayu yang akan turun di kelas A (45-50 kg) dan Ulvy K. di kelas C (55-60 kg).

Sementara di sektor putra, Jateng akan menurunkan Sapto Purnomo yang akan tampil di kelas D (60-65 kg), Bangun Novembrian di kelas B (50-55 kg), Slamet Riyadi di kelas E (65-70 kg), M. Risky Adi di kelas F (70-75 kg), Tegar Ananda di kelas H (80-85 kg) dan Bagaskoro S. di kelas I (85-90 kg).

Advertisement

Sapto pada tahun 2013 lalu, bahkan mampu menyabet gelar juara dunia di Belgia. Sementara, Sri Rahayu sukses menyabet perak pada Kejuaraan Dunia di Thailand, 2014.

“Walau dengan kekuatan kecil, saya yakin kami bisa mendominasi. Toh, pesilat yang kami bawa juga sudah punya pengalaman tampil di kejuaraan dunia,” imbuh Roni.

Sementara, bagi para pesilat lainnya yang tidak di bawa ke Malaysia, Roni tak lantas memberikan libur. Para atlet itu tetap menjalani latihan rutin seperti biasa. Rencana mereka juga akan melakoni try out pada kejuaraan Invitasi Pencak Silat di Bandung, 25-30 September mendatang. (Imam Yuda Saputra/JIBI/Solopos)

Advertisement

Ilustrasi: sebuah pertandingan pencak silat di pantai. Ist/google-image

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif