Sport
Senin, 6 April 2020 - 17:30 WIB

Manajer Persis Solo Hari Purnomo Bagi-Bagi Sembako di Sukoharjo

Chrisna Chaniscara  /  Ahmad Baihaqi  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Manajer Persis Solo, Hari Purnomo (kiri), memberikan bantuan sembako secara simbolis pada Kepala Desa Pranan, Polokarto, Sukoharjo, Sarjanto, di Balai Desa Pranan, Sabtu (4/4/2020). (Istimewa)

Solopos.com, SUKOHARJO – Curhat kawan lama Hari Purnomo di layanan perpesanan WhatsApp (WA) membuat Manajer Persis Solo itu sulit tidur nyenyak.

Beberapa hari lalu, kawan Hari yang merupakan Lurah Pranan, Polokarto, Sukoharjo, Sarjanto, bercerita soal pabrik di kawasan sekitar yang sebagian telah merumahkan para pekerjanya. Pandemi Covid-19 membuat tiga pabrik di Pranan kolaps.

Advertisement

Wajib Digunakan Saat Berpergian, Apa Sanksi Jika Tak Gunakan Masker?

“Di sana ada pabrik plastik dan pabrik tekstil. Mereka harus merumahkan karyawannya karena kondisi ekonomi yang tak menentu setelah corona. Satu pabrik saya dengar malah sudah mem-PHK sejumlah pekerjanya,” ujar Hari saat berbincang dengan Solopos.com, Sabtu (4/4/2020) sore.

Sebagai sesama wong Sukoharjo, Manajer Persis Solo Hari Purnomo mengaku sedih mendengar kondisi itu. Dia langsung mengajak Sarjanto menggalang dana di kalangan alumni SMPN 1 Sukoharjo angkatan 1976, almamater mereka, untuk membantu meringankan beban para buruh.

Advertisement

Nekat Buka Saat Pandemi Corona, Warnet & Rental PS di Karanganyar Terancam Disegel

Hari pun menghubungi sejumlah kenalan di dunia militer, notaris serta usaha untuk ikut berdonasi. Hanya beberapa hari, mereka mampu mengumpulkan dana untuk membeli 200 paket sembako. Masing-masing paket berisi beras 5 kilogram (kg), mie instan enam bungkus, gula 1 kg, teh dan minyak goreng.

“Sembako ini harapannya bisa menyambung hidup pekerja dan keluarga sepekan ke depan,” ujar Hari yang juga pengusaha properti itu.

Advertisement

Soal Haji 2020, Arab Saudi Minta Umat Islam Sedunia Sabar

Pekerja Informal

Tak hanya buruh pabrik, bantuan menyasar para pekerja informal seperti penarik becak, PKL hingga ojek online. PKL di Sukoharjo memang kian terpukul setelah Pemkab Sukoharjo mengeluarkan edaran yang melarang mereka berjualan selama pandemi corona.

Hari dkk. menyisir empat kecamatan di Sukoharjo yakni Polokarto, Weru, Bendosari dan Baki. “Kalau PKL tidak boleh jualan, mau dapat penghasilan dari mana? Kalau tidak ada kepedulian dari sesama, mereka bisa kesulitan memenuhi kebutuhan pokok,” ucap Hari.

Hari berencana menggerakkan kembali kegiatan sosial itu apabila wabah Covid-19 tak kunjung mereda. “Namun saya tentu berharap pandemi ini segera pergi, supaya semua bisa beraktivitas seperti sedia kala lagi.”

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif