Sport
Sabtu, 4 Desember 2021 - 14:33 WIB

Peringatan Hari Disabilitas, Penyandang Berlatih Panjat Dinding di Solo

Ichsan Kholif Rahman  /  Ahmad Baihaqi  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - ilustrasi panjat dinding. (istimewa)

Solopos.com, SOLO – Sejumlah penyandang disabilitas mengikuti latihan panjat dinding perdana sekaligus deklarasi lahirnya Indonesian Paraclimbing Club (Indpac) di halaman Universitas Slamet Riyadi (Unisri), Solo, Jumat (3/12/2021).

Deklarasi yang bertepatan dengan momentum Hari Disabilitas Internasional itu juga mengembangkan olahraga panjat dinding difabel sekaligus mencari bibit atlet paraclimbing.

Advertisement

Deklarasi itu diinisiasi oleh pemanjat dinding difabel, Sabar Gorky. Para penyandang disabilitas Kota Solo pun merespons ajakan itu dengan antusias. Penyandang disabilitas netra dan tuli pun kini tergabung dalam Indpac.

Baca Juga: Hore! Liga Basket Mahasiswa Bergulir Kembali

Koordinator Kegiatan Latihan panjat dan Deklarasi Indpac, Estiono, kepada Solopos.com, mengatakan beberapa hari lalu, Sabar Gorky, berkeinginan untuk mengembangkan potensi penyandang disabilitas. Ia pun merespons keinginan Sabar Gorky dengan menggandeng penyandang disabilitas di Solo.

Advertisement

“Melihat potensi pertama tadi, mereka sangat bersemangat. Bahkan mereka melakukan berulang kali. Ada instruktur juga yang menilai teman-teman berpotensi. Mulai pekan depan bisa berlatih rutin,” kata dia.

Melihat para anggota Indpac bersemangat, para instruktur pun semakin bersemangat dalam mencarikan teknik memanjat. Ia menambahkan penyandang disabilitas lain banyak yang berencana bergabung dalam latihan selanjutnya. Estiono dan Sabar Gorky berencana membuat payung hukum yang menaungi Indpac.

Baca Juga: Kunjungi Markas Tim E-Sport EVOS, Kemenpora Dibikin Takjub

Advertisement

Sementara itu, Sabar Gorky, berharap para penyandang disabilitas dapat diakomodasi lewat paraclimbing. Berbekal pengalaman dari Eropa, Sabar mengajak rekan-rekan disabilitas dalam satu tempat. Saat ini paraclimbing sudah digagas pengurus panjat dinding pusat.

“Dulu sudah ada tetapi kawan-kawan sudah kembali ke asal mereka. Kami merangkul lagi, mereka benar-benar pemula dan baru mencoba pertama kali,” kata dia.

Sabar menaruh harapan tinggi membawa atlet paraclimbing go internasional. Ia juga berharap olahraga panjat bisa muncul di Peparnas mendatang. “Kalau atlet itu banyak, ini sudah lama dan saya sudah dapat akses. Saya berusaha yang terbaik untuk Indonesia. Teman-teman itu mereka sama,” kata dia.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif