SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Piala Sudirman 2015 yang merupakan turnamen badminton beregu akan segera digelar. Namun Indonesia tak difavoritkan.

Solopos.com, JAKARTA— Indonesia hadir sebagai unggulan kelima dalam ajang Piala Sudirman 2015. Hal ini membikin Indonesia tak terlalu difavoritkan untuk bisa juara seperti Tiongkok, Korea, dan Jepang.

Promosi Pemilu 1955 Dianggap Paling Demokratis, Tentara dan Polisi Punya Partai Politik

Meskipun demikian, tim Merah Putih mampu membuat kejutan dalam turnamen badminton beregu yang digelar di Dongguan, Tiongkok, Senin-Minggu (11-17/5/2015).

Dilansir badmintonindonesia.org, Jumat (1/5/2015), sebut saja kisah tim Piala Uber Indonesia musim 1996. Saat itu srikandi Indonesia sukses juara setelah membungkam Tiongkok di Stadion Queen Elizabeth, Hong Kong. Padahal Susi Susanti dkk. tak diperhitungkan lantaran Tiongkok adalah jagoan utama. Hal yang sama terjadi di Piala Uber 2010. Tim Korea sukses merebut trofi dari tangan Tiongkok dan mencetak sejarah baru bagi negaranya.

Kini Indonesia memiliki senjata ampuh di tiga nomor ganda lewat Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (ganda putra), Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari (ganda putri), dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (ganda campuran). Tapi, membawa pulang piala tersebut bukanlah perkara mudah. Apalagi negara-negara unggulan memiliki kemampuan lebih merata hampir di lima nomor.

“Indonesia kali ini memang menjadi tim underdog dan Piala Sudirman memang salah satu piala yang tidak mudah diraih. Sulit itu bukan berarti tidak mungkin karena peluang itu pasti terbuka. Tetap miliki mental juara, bagaimanapun sulitnya,” ujar mantan pemain ganda putra, Candra Wijaya.

Berbanding terbalik dengan nomor ganda yang penuh pemain andalan, tunggal Indonesia justru diperkuat pemain muda, terutama di sektor tunggal putra. Antara lain, Ihsan Maulana Mustofa, Hanna Ramadini, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Jonatan Christie, dan Firman Abdul Kholik.

Sementara itu, demi tampil maksimal untuk mencapai target utama menembus babak final, yakni dengan menggelar simulasi Piala Sudirman, di GOR Asia Afrika, Jakarta, Sabtu (2/5/2015). Simulasi ini akan dibagi menjadi dua tim, Elang dan Banteng.

Tim Elang diperkuat Linda Wenifanetri, Jonatan Christie, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Sementara tim Banteng diperkuat Bellaetrix Manuputty, Firman Abdul Kholik, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari serta Praveen Jordan/Debby Susanto.

“Selain untuk pemanasan bagi kami para atlet, ajang ini juga bisa untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan diadakan Piala Sudirman. Kami berharap mendapat doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia,” ujar juara dunia 2013, Liliyana Natsir.

Akan tetapi, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan terpaksa absen di simulasi ini. Juara Malaysia Open Superseries Premier 2015 ini memilih untuk rehat sejenak setelah mengikuti rangkaian turnamen di Malaysia, Singapura, dan Tiongkok. (Farida Trisnaningtyas/JIBI/Solopos)

Tim Tiongkok saat merebut trofi Piala Sudirman beberapa waktu lalu. Ist/chinadaily.com.cn

Tim Tiongkok saat merebut trofi Piala Sudirman beberapa waktu lalu. Ist/chinadaily.com.cn

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya