SOLOPOS.COM - Seto Nurdiyantara (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)

Pra-PON XIX untuk cabang sepak bola sampai saat ini belum ada kejelasan. Untuk mengisi kekosongan dan persiapan menghadapi pelaksanaan Pra-PON, tim sepak bola DIY lebih banyak menerima tawaran uji coba.

 

Promosi Mudik: Traveling Massal sejak Era Majapahit, Ekonomi & Polusi Meningkat Tajam

 

Harianjogja.com, JOGJA — Tim sepak bola DIY yang dipersiapkan untuk babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) XIX memilih untuk menerima tantangan dari sejumlah klub untuk menggelar laga uji coba. Hal ini dilakukan karena sampai kini belum ada kejelasan kapan waktu pelaksanaan Pra-PON wilayah jawa untuk cabang sepak bola digelar.

Pelatih tim sepak bola DIY Seto Nurdiyantoro menilai, laga uji coba melawan sejumlah klub lebih efektif untuk menjaga irama permainan dan jam terbang anak asuhnya daripada menggelar pemusatan latihan.

“Selain itu, dengan uji coba, mereka bisa tetap dapat uang tambahan,” katanya, Senin (4/1/2016) siang.

Seto menambahkan, dengan pertimbangan tersebut dirinya tidak bisa memasukkan pertandingan uji coba itu sebagai bagian dari program persiapan tim jelang Pra-PON XIX. Selain laga uji coba yang digelar selalu dadakan, anak asuh Seto Nurdiyantoro juga baru berkumpul beberapa jam jelang pertandingan saja.

“Lebih baik begini, daripada kumpul dan latihan rutin, tapi tidak ada kejelasan kapan bertandingnya,” keluh Seto lagi.

Sejak dibubarkan akhir tahun lalu, tim sepak bola DIY setidaknya sudah dua kali menerima pinangan laga uji coba. Masing-masing adalah ketika ditantang oleh Persipura Jayapura pada pertengahan Desember silam, dan laga uji coba menghadapi klub amatir Bantul pada Minggu (3/1/2016) sore.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya