SOLOPOS.COM - Skuat PSIM diminta lebih tenang dan mengontrol emosi saat bermain tandang (JIBI/Harian Jogja/dok)

Skuat PSIM diminta lebih tenang dan mengontrol emosi saat bermain tandang (JIBI/Harian Jogja/dok)

JOGJA—Hasil laga tandang PSIM dinilai belum optimal. Pasalnya, Laskar Mataram hanya memperoleh delapan poin saja.

Promosi Sejarah KA: Dibangun Belanda, Dibongkar Jepang, Nyaman di Era Ignasius Jonan

Berdasarkan kondisi itu, pelatih PSIM Hanafing bakal segera melakukan evaluasi. Hanafing mengatakan, dari tujuh laga tandang, Nova Zaenal dan kawan-kawan hanya meraih dua kemenangan dan dua hasil seri saja. ”Sedangkan kekalahan kami derita tiga kali,” ujarnya kepada Harian Jogja, Rabu (9/5) .

Namun, pelatih berlisensi A AFC tersebut tetap mengaku puas dengan hasil tersebut.

Beberapa evaluasi yang akan digelar di antaranya adalah mental pemain saat bermain di kandang lawan. Hanafing mengakui, dari sejumlah laga tandang, khususnya yang tak mampu dimaksimalkan oleh PSIM, faktor lapangan dan tekanan suporter lawan memang menjadi penyebab terbesar tidak maksimalnya penampilan anak asuhnya di kandang lawan.

”Itulah, kami memang fokus pada perbaikan kualitas mental saat bertandang di kandang lawan. Bagaimana mereka mengontrol emosi, dan tetap fokus pada permainan,” terangnya.

Selain itu, dirinya juga terkendala oleh kualitas pemain pelapis yang tidak sebanding dengan pemain utama. Sehingga, jika beberapa pemain inti tak bisa dimainkan baik lantaran cedera maupun hukuman akumulasi kartu, strategi dan permainan tim menjadi terganggu akibat kualitas pemain lapis kedua yang jauh berada di bawah pemain inti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya