Spiderwoman Asal Grobogan Kembali Berjaya di China

Aries Susanti (Antara/Hendri Nurdiyansyah)
16 Oktober 2018 08:25 WIB Chrisna Chaniscara Sport Share :

Solopos.com, WANXIANSHAN - Atlet panjat tebing Indonesia tampil dominan pada "The Belt and Road" International Climbing Master Tournament 2018 di Wanxianshan, China, 13-14 Oktober 2018. Indonesia sukses mengawinkan emas di nomor men dan women's speed. Bahkan, di nomor women's speed, Indonesia tak menyisakan satu medali pun untuk peserta lain.

Dalam kategori women’s speed, peringkat satu hingga empat diduduki atlet Indonesia. Peringkat pertama ditempati Aries Susanti Rahayu dengan catatan waktu 7,99 detik. Ia mengalahkan Agustina Sari dalam babak final yang mencatatkan waktu 8,20 detik.

Sementara, peringkat tiga ditempati Nurul Iqamah dengan 8,52 detik. Ia mengalahkan rekan senegara yakni Rajiah Sallsabillah yang menorehkan catatan waktu 8,72 detik dalam babak perebutan tempat ketiga di kejuaraan panjat tebing di Tiongkok ini.

Di nomor men’s speed, Aspar Jaelolo keluar sebagai pemenang dengan catatan waktu 5,99 detik. Ia melibas atlet tuan rumah, Lin Penghui, di babak final yang menorehkan waktu 6,30 detik. Peringkat tiga ditempati Muhammad Hinayah yang mengalahkan Veddriq Leonardo di babak perebutan juara tiga. Hinayah menang dengan waktu 6,29 detik, sedangkan Veddriq 6,37 detik.

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Faisol Rizal, mengapresiasi dominasi kemenangan Indonesia di Tiongkok. Bagi Aries “Spiderwoman” Susanti, ini adalah gelar kedua yang diraihnya pada bulan ini setelah meraih medali emas kategori women’s speed di Huaian, Tiongkok, 9-10 Oktober.

“Kemenangan ini semakin menunjukkan kesiapan kami untuk berlaga di Olimpiade,” ujar Faisol seperti dilansir Liputan6, Senin (15/10/2018).