Porprov Jateng 2018: Solo Andalkan 5 Cabor Jadi Lumbung Emas

Atlet panahan senior Kota Solo, Sujiati, berlatih di Stadion 45 Karanganyar untuk pemanasan ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2018, Rabu (17/10 - 2018). (Istimewa)
18 Oktober 2018 14:25 WIB Chrisna Chaniscara Sport Share :

Solopos.com, SOLO — Kota Solo wajib menjaga pasokan medali emas dari sejumlah cabang olahraga untuk meraih ambisi mempertahankan posisi runner up di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah yang digelar 19-25 Oktober di Soloraya. Beberapa cabang yang pada Porprov 2013 menjadi lumbung emas pun optimistis bisa mengulangi prestasi serupa di kandang sendiri.

Sedikitnya ada lima cabang olahraga yang bisa diandalkan tuan rumah untuk memborong medali emas yakni menembak, anggar, panahan, atletik hingga kempo. Kelima cabang olahraga tersebut menyumbangkan separuh medali emas (33) dari total 66 emas yang dikumpulkan kontingen Solo di Porprov 2013 di Banyumas. Cabang olahraga seperti panjat tebing dan taekwondo juga bisa diandalkan setelah di Porprov 2013 mampu meraih masing-masing empat emas.

Cabang olahraga panahan yang di Porprov sebelumnya menjadi penyumbang medali terbanyak kedua bagi Solo yakin bisa mencatat prestasi identik di Porprov 2018. Pelatih tim panahan Solo, Idya Putra, mengatakan timnya mengandalkan amunisi muda untuk meraih target enam hingga tujuh medali emas di Porprov kali ini.

Sebanyak 15 dari 20 pemanah andalan Kota Bengawan masih duduk di bangku SMP hingga SMA. “Meski banyak muka baru, kami optimistis bisa meraih prestasi. Minimal tidak turun dari Porprov yang lalu,” ujar Idya saat dihubungi Solopos.com, Rabu (17/10/2018).

Tim panahan Solo membuat keputusan berani dengan tidak menyertakan Johan Prasetyo, pemanah senior yang di Porprov 2013 menyumbang empat medali emas dari cabang panahan. Peraih medali perunggu Sea Games 2013 itu secara mengejutkan tidak lolos seleksi tahap akhir untuk skuat panahan Kota Bengawan. Praktis Solo kini hanya mengandalkan Sujiati sebagai atlet yang sudah teruji di Porprov. Pada Porprov 2013, Sujiati menyumbang tiga emas.

Idya sendiri tak terlalu khawatir meski kehilangan salah satu pemanah terbaiknya. Dia mengklaim darah muda seperti Catharine Thea Darma di kelas recurve putri, Hendika Pratama di kelas compound putra dan Ramy Naufal di kelas recurve putra bisa memberi kejutan di ajang lima tahunan tersebut.

“Kami tidak bisa selamanya bergantung pada atlet senior. Ini saatnya regenerasi pemanah andal,” kata Idya. Lebih jauh pihaknya menyebut Klaten, Kudus dan Grobogan bakal menjadi pesaing kuat Solo dalam perolehan medali.

Di cabang anggar, tim Solo akan turun dengan materi atlet yang berlaga di Asian Games 2018 seperti Agustin Dwi Damayanti, Ryan Pratama dan Sutrisni. Tim anggar Solo memang punya beban cukup berat setelah menjadi juara umum cabang anggar di Porprov 2013 dengan tujuh emas.

Pelatih tim anggar, Hendra Faradilla, mengaku hanya menargetkan enam medali emas di Porprov 2018 meski menurunkan materi terbaik. Di cabang tersebut, juara umum Porprov 2013, Kota Semarang, menjadi saingan terberat. “Semoga realisasinya lebih dari itu,” kata dia.

Ketua KONI Solo, Gatot Sugihartono, menegaskan perolehan medali emas tim Solo harus melebihi jumlah yang diraih di Banyumas meski kontingen hanya membidik runner up. Pihaknya optimistis hal itu bisa terpenuhi karena Solo akan tampil di hadapan publik sendiri. “Faktor tuan rumah harus bisa dimaksimalkan menjadi keuntungan bagi para atlet,” tuturnya.

Kontingen Solo bakal diperkuat 665 atlet dan 175 ofisial. Mereka akan mengikuti 46 dari 47 cabang olahraga yang ada dan 585 nomor yang dipertandingkan.