Yonathan Hendryk Setyawan Ingin Sebarkan Ilmu Wushu Tradisional

Yonathan Hendryk Setyawan - Istimewa
22 Januari 2019 14:48 WIB Ivan Andimuhtarom Sport Share :

Bicara ilmu bela diri kungfu di Solo, Yonathan Hendryk Setyawan, 46, wajib jadi rujukan. Ia adalah generasi ketiga yang mewarisi kungfu atau wushu tradisi yang dimiliki Shifu (guru) Kwik Tjong Thay. Shifu Kwik Tjong Thay mewariskan ilmu kungfu kepada anaknya Shifu Kwik Ek Jo. Selanjutnya, ilmu itu diwariskan oleh Kwik Ek Jo kepada sang anak, Hendryk.

Namun Hendryk pernah berlatih langsung bersama sang kakek pada usia empat tahun untuk menguasai jurus Sam Chien yang merupakan gerakan jurus dasar Wu Zu Quan alias Pukulan/Tinju Lima Leluhur (five ancestors fist/boxing). Setelah menguasainya pada usia SD, Hendryk mulai diajarkan jurus-jurus lain. Hendryk juga mempelajari ilmu senjata dari ayahnya yaitu senjata toya dan golok kembar. Secara autodidak ia juga menguasai senjata kungfu tradisional dan nunchaku fight style tunggal dan ganda.

Tak ingin warisan berharga dari leluhurnya lenyap begitu saja, bapak satu anak tersebut akhirnya membuka Sasana Eagle Fist Kungfu Fighting di Solo sejak 1998. Sasana itu khusus mengajarkan jurus-jurus tradisional. “Saya hanya ingin warisan leluhur tetap lestari dengan mengajarkannya,” ungkap lelaki ramah itu saat ditemui Espos di wilayah Banjarsari, Jumat (18/1) pagi.

Kini, di sasana yang berada di De Living Kratonan, Jl. Yos Sudarso 188 Kratonan, Solo, itu sekitar 40 orang berlatih secara rutin pada Selasa-Sabtu, kebanyakan anak-anak. Jika dihitung sejak sasana itu berdiri, tak kurang dari 500 murid sudah mengambil ilmu dari Shifu Hendryk. Lelaki yang hobi melukis itu mengatakan tetap setia dengan wushu tradisi. “Harapan saya beberapa tahun lagi wushu tradisi bisa masuk kejuarana resmi seperti porprov, PON atau yang lain,” terang lelaki yang tinggal di kawasan Solo Baru tersebut.

Peraih medali perak dalam kejuaraan di Tiongkok sekitar tiga tahun lalu itu menjelaskan sasananya juga terus menunjukkan prestasi. Yang terbaru, empat atlet sasana tersebut sukses menyabet medali dalam ajang 1st Bali International Kungfu Championship 2018 di Nusa Dua, Bali, 17-22 Desember lalu. Eagle Fist juga menjadi juara umum kategori wushu tradisi pada Kejuaraan Nasional Terbuka Eagle Fist Championship Piala Wali Kota Solo dan Piala Rektor Unisri 2017. Mereka juga sukses menjadi juara umum Piala Rektor Unnes ke-3 pada 10-13 Mei 2018.

Agen Irea Properti Solo tersebut akan terus melestarikan kungfu karena sudah menjadi bagian kehidupan yang tak bisa dipisah. Menurutnya, filosofi kungfu melatih disiplin dan mental dalam bidang apa pun.