Australian Open 2019: Nadal Dibayangi Kutukan Final

Rafael Nadal (Reuters/Danielle Parhizkaran)
25 Januari 2019 13:55 WIB Chrisna Chaniscara Sport Share :

Solopos.com, MELBOURNE — Rafael Nadal mengakhiri kisah dongeng Stefanos Tsitsipas dengan kemenangan impresif 6-2, 6-4, 6-0 di babak semifinal Australian Open 2019, Kamis (24/1/2019). Hasil ini pun memperbesar peluang terwujudnya final ideal antara Nadal dan unggulan pertama, Novak Djokovic.

Nadal hanya kehilangan enam game untuk menghancurkan Tsitsipas, petenis 20 tahun yang mengalahkan Roger Federer di babak 16 besar. Bagi Nadal, lolos ke final Australian Open bisa dibilang pencapaian istimewa mengingat sang petenis tak pernah memenangi turnamen itu sejak 2009. Australian Open juga menjadi ajang grand slam penyumbang gelar paling minim bagi Nadal sejauh ini (1 gelar).

Dari empat final yang dijalani di Melbourne, Nadal hanya memenangi satu partai yakni di 2009 atau final pertamanya. Tiga partai final selanjutnya yakni pada 2012, 2014 dan 2017 berakhir tragis bagi petenis asal Spanyol itu. Di final terakhir dua tahun lalu Nadal takluk dari Federer dalam laga sengit lima set. Namun Nadal tampaknya tak ambil pusing dan memilih menikmati kesuksesannya menembus babak pamungkas.

“Maju ke final untuk kelima kalinya terasa amat menyenangkan. Beberapa pekan lalu ketika saya berada di Brisbane di mana saya tidak bisa bermain, sulit membayangkan saya bisa bermain di sini [final Australian Open],” ujar Nadal seperti dilansir BBC, Kamis.

Petenis kidal itu berambisi menuntaskan rasa penasaran akan gelar kedua di Melbourne. Di partai final,Nadal akan melawan pemenang laga semifinal antara Djokovic melawan petenis Prancis, Lucas Pouille, Jumat (24/1/2019). Sang petenis mengaku tak pilih-pilih siapa yang ingin dia hadapi di partai puncak.

“Novak adalah favoritnya. Untuk Lucas, ini adalah yang pertama bagi dia. Lucas menjalani pertandingan yang luar biasa di perempat final [mengalahkan Milos Raonic]. Saya selalu berpikir Lucas punya potensi yang menakjubkan. Dia bisa mengalahkan siapapun di performa terbaiknya,” ujar pemilik 17 titel grand slam itu. 

Di sisi lain, Tsitsipas tak dapat menyembunyikan rasa kecewa setelah perjuangannya terhenti di semifinal. “Saya belum bisa berpikir apa yang saya dapat di laga ini. Saya senang dengan performaku di turnamen ini tapi di waktu yang sama saya merasa kecewa,” tutur petenis asal Yunani itu.