Proliga 2019: Putra Pertamina Energi Tundukkan Garuda

Palembang Bank Sumsel Babel melawan Surabaya Bhayangkara Samator dalam laga Final four 2 Proliga di Sritex arena, Solo, Jumat (6/4 - 2018). (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
28 Januari 2019 01:25 WIB Ivan Andimuhtarom Sport Share :

Solopos.com, SOLO - Tim voli putra Jakarta Pertamina Energi menundukkan Jakarta Garuda dengan poin penuh 3-0 (25-17, 25-22, 28-26) dalam laga Proliga 2019 seri III putaran kedua di GOR Sritex Arena, Solo, Minggu (27/1/2019) sore. Hasil tersebut menjadi kemenangan kedelapan bagi Jakarta Pertamina Energi dari putaran pertama dan kedua.

Di sisi lain, kekalahan tersebut membuat Garuda menjadi satu-satunya tim putra yang belum memenangkan laga pada kompetisi musim ini. Dari sepuluh laga, tim debutan ini belum sekalipun menang. Hal itu membuat mereka berada di dasar klasemen putra.

“Mudah-mudahan kedepan mereka bisa gabung lagi dan kita bisa kasih pengalaman lebih baik lagi buat mereka,” kata dia pelatih Jakarta Garuda Eko Waluyo kepada wartawan seusai pertandingan.

Eko mengatakan meski timnya gagal memetik kemenangan, tetapi mereka mendapat banyak pengalaman dari kekalahan-kekalahan tersebut. “Tahun ini Jakarta Garuda selesai di babak penyisihan saja dan tidak masuk 4 besar, ya itulah anak-anak, tapi saya bangga dengan mereka. Memiliki motivasi tinggi walaupun mereka memiliki pengalaman minim tapi mereka semua punya kepercayaan diri yang tinggi, itu yang saya bangga dari mereka,” kata dia.

Jakarta Pertamina Energi menjaga gengsi usai sebelumnya pada putaran pertama di Yogyakarta harus menang tipis dari Jakarta Garuda dengan 3-2. Anak asuh Putut Marhaento itu langsung menyerang tanpa membiarkan Mahendra Rikha dkk., mengembangkan permainan sehingga mampu mengakhiri set pertama dengan skor 25-17.

Pada set kedua, Jakarta Garuda masih belum mampu keluar dari tekanan. Meski telah berjuang dengan keras, Jakarta Garuda tetap tak mampu mengimbangi permainan Pertamina Energi. Set kedua ditutup dengan kemenangan Pertamina Energi 25-22.

Memasuki set ketiga, Jakarta Garuda mencoba untuk bangkit dengan menganti formasi pemain. Di awal laga, mereka berhasil memimpin dengan 2-0. Namun keunggulan itu tidak mampu bertahan lama. Pertamina Energi menyamakan kedudukan 14-14, dan tak menunggu lama mereka mengakhiri pertandingan dengan 28-26.

“Pertandingan hari ini seperti yang kita ketahui bahwa Garuda memiliki semangat yang tinggi, jadi kita juga harus bisa mengolah emosi tim, jadi kalau kita mainnya mengebu-gebu jadi mereka juga akan mengebu, walaupun kita sedikit kalem saat kita menempatkan bola ya harus tegas,” ujar Putut Marhaento usai pertandingan.

“Setelah ini kami kembai ke Jakarta dan menpersiapkan buat final four. Dan kami memang ingin mengambil poin dan harus berhasil di sisa akhir pertandingan ini, ” tambahnya.