Satu Atlet Taekwondo Solo Raih Perunggu di Kejuaraan Internasional

Taekwondoin Solo, Muh. Basit Danan Jaya (kiri) berfoto dengan Master Choi Young Seok setelah menerima medali di ajang 7thKukkiwon Cup International Choi Young Seok Taekwondo Championship 2019. (istimewa)
14 Februari 2019 23:25 WIB Ivan Andimuhtarom Sport Share :

Solopos.com, SOLO - Satu taekwondoin asal Kota Solo berhasil meraih medali perunggu 7th Kukkiwon Cup International Choi Young Seok Taekwondo Championship 2019 di Thailand, Sabtu (9/2/2019) lalu. Prestasi membanggakan itu dibukukan oleh siswa SMPN 9 Solo, Muh. Basit Danan Jaya.

Pengurus Taekwondo Indonesia (TI) Kota Solo sebenarnya mengirimkan tiga taekwondoin bersama dua pelatih ke Thailand. Selain Basith, ada pula Alvin Anindra Putra (SMAN 7 Solo) dan Samuel Kurniawan Jati (SMP Regina Pacis Ursulin). Mereka didampingi dua orang pelatih yaitu Brilian Noktiluca Prilliko dan Shadam Putra Eskada.

Basith meraih medali perunggu dalam kategori kyorugi atau pertarungan. Ia turun di kelas Under 78 Junior. Meski hanya meraih juara III, hasil tersebut tetap membanggakan karena event itu diikuti oleh lebih dari 1.000 atlet dari seluruh dunia. “Prestasi ini membanggakan karena mereka baru kali pertama bertanding di luar negeri,” ujar Brilian Noktiluca Prilliko saat dihubungi Solopos.com, Kamis (14/2/2019).

Pada kejuaraan yang digelar di Bangkok Thonburi University itu, Brilian menilai mental anak asuhnya terlihat belum matang. Selain faktor itu, ia menilai sebagian wasit asal Thailand terlihat berat sebelah dan lebih memihak pada atlet lokal. “Seharusnya wasit netral,” terang pelatih di Dojang SKB Solo tersebut.

Meski demikian, ia mengakui perkembangan taekwondo di Thailand memang berkembang pesat. Ia melihat fasilitas latihan di Negeri Gajah Putih sangat lengkap dan mudah didapatkan. “Body protector dan head protector yang kalau di sini harganya bisa Rp28 juta itu ada banyak sekali di Thailand. Di sana, perlengkapan itu seperti barang murah,” katanya.

Seiring bagusnya fasilitas, minat warga untuk menjadi taekwondoin juga meningkat. Brilian melihat banyak anak kecil usia kelas I dan II SD sudah bisa bertanding seperti seorang taekwondoin profesional.

“Saya berharap Solo juga bisa memperbaiki fasilitas misalnya untuk matras. Beberapa dojang ada yang belum lengkap peralatannya. Saya sudah usulkan ke Pengkot TI Solo agar fasilitas di Solo juga diperbaiki,” papar dia.

Ketua Pengkot TI Solo, Donny Santosa, mengaku bangga dengan prestasi atlet Solo. Sedari awal, ia memang tidak memberikan target apapun kepada tiga atlet yang dikirim. “Ini baru kali pertama kami mengirim kontingen ke luar negeri. Jadi memang belum ada target,” ungkapnya. Ivan Andimuhtarom/JIBI)