Formula 1 2019: Tren Kembalinya Sponsor Rokok Menguat?

Balapan Formula 1 (Reuters Hamad I Mohamed)
15 Februari 2019 23:25 WIB Chrisna Chaniscara Sport Share :

Solopos.com, WOKING — Iklan rokok di dunia Formula 1 (F1) resmi dilarang sejak tahun 2007. Di Uni Eropa, aturan itu bahkan sudah berlaku sejak 2005 untuk mengampanyekan gerakan antirokok.

Namun indikasi kembalinya iklan rokok ke ajang balap jet darat tampaknya mulai menguat belakangan. Perusahaan tembakau memang tak secara gamblang mengiklankan produknya di livery mobil F1, melainkan mengonsepnya dengan kalimat berkonotasi branding.

Beberapa waktu lalu Ferrari memperkenalkan branding “Mission Winnow” saat peluncuran mobil baru. Branding tersebut adalah bikinan Philip Morris, sponsor Ferrari yang notabene produsen merek rokok terkenal Marlboro. Belakangan McLaren mengikuti jejak Ferrari saat menampilkan branding “A Better Tomorrow” dalam bodi mobilnya.

Branding itu tak lain adalah bikinan British American Tobacco (BAT), produsen rokok yang sempat memiliki tim F1 bernama British American Racing (BAR) tahun 1999-2005.  Sejumlah pihak mulai menuding kemitraan Ferrari dan McLaren dengan produsen rokok bakal menjadi pintu masuk kembalinya iklan rokok yang sebenarnya di dunia F1.

Departemen Kesehatan Uni Eropa dikabarkan tengah memberi “perhatian khusus “ pada kedua pabrikan tersebut. Namun CEO McLaren, Zak Brown, membantah anggapan bahwa kemitraannya dengan BAT sama seperti sponsor rokok. Brown menegaskan BAT adalah perusahaan hebat yang memiliki sejarah panjang di motorsport.

“Kemitraan kami berdasarkan teknologi untuk produk generasi terbaru mereka. Kami sama sekali tidak berhubungan dengan bisnis rokok mereka,” klaim Brown seperti dilansir Motorsport, Jumat (15/2/2019).

McLaren sendiri resmi memperkenalkan mobil MCL34 untuk persaingan F1 2019, Kamis (14/2/2019) lalu. Musim ini skuat Woking itu bakal diperkuat duet anyar yakni Carlos Sainz Jr. dan rookie Lando Norris. Seperti tahun sebelumnya, mobil kembali didominasi “oranye papaya” dengan sentuhan warna biru pada bagian sayap depan dan penutup mesin.

Sebaliknya, warna biru lebih terlihat dominan dibandingkan oranye pada baju seragam balap anyar Mclaren. Tahun 2019 akan menjadi musim kedua McLaren menjalin kerja sama dengan pemasok mesin Renault.