Ingin Latih Keseimbangan Anak, Yuk Coba Balance Bike

Anak melatih keseimbangan menggunakan balance bike - Solopos.com/Arif Fajar S.
23 Februari 2019 02:15 WIB Arif Fajar Setiadi Sport Share :

Solopos.com, SOLO--Area parkir De Tjolomadoe, Colomadu, Karanganyar, suatu pagi dipenuhi anak-anak. Anak-anak berusia dua tahun ke atas tersebut kompak memakai helm kecil dan terlihat asyik menaiki sepeda berukuran kecil.

Uniknya, sepeda yang mereka naiki tidak memiliki pedal, rantai, gir, dan rem tangan. Ukurannya pun kecil dan ketika Espos mengangkatnya, rupanya sangat ringan. Beratnya mungkin sekitar 3 kilogram. Anak-anak itu pun sebagian terlihat lincah menaikinya.

Mereka juga tertib mengenakan helm, sepatu dan bersemangat mengayunkan kaki perlahan. Sepeda pun melaju perlahan, anak-anak itu berusaha menjaga keseimbangan agar laju sepeda tak oleng. Beberapa anak yang sepertinya sudah mahir, dengan lincah dan kuat mengayun sepeda hingga melaju lebih cepat.

Tak ketinggalan masing-masing orang tua yang berada di sekitar mereka turut memberi semangat. Beberapa orang tua ada pula yang terus mengikuti sang buah hati karena khawatir terjatuh. Tidak hanya ibu yang mendampingi anak-anak menaiki sepeda tanpa pedal, rantai, gir, dan rem, para bapak pun ikut sibuk menyemangati, beberapa di antaranya mempersiapkan jalur untuk adu cepat.

Layaknya adu balap, beberapa anak yang sudah mahir kemudian berjajar di papan yang sudah disiapkan untuk memulai lomba adu kecepatan dan keterampilan menaiki sepeda tanpa pedal itu. Begitu aba-aba dimulai, anak-anak dengan semangat memacu sepeda mereka dengan cara mengayunkan kaki di tanah sambil menjaga kesimbangan laju sepeda.

Anak-anak yang mahir mampu menjaga keseimbangan laju, termasuk saat membelok, dan menghentikan sepeda ketika memasuki garis finish. “Ya seperti ini kalau pas latihan bareng Balance Bike Solo. Anak-anak dan orang tua semuanya aktif,” ujar Koordinator Balance Bike Solo, Dila, didampingi Bendahara Balance Bike Solo, Shinta Normala, ketika berjumpa Solopos.com, di area parkir De Tjolomadoe, Colomadu, Karanganyar.

Menurut Dila, balance bike bagi sebagian orang memang belum familiar. Selama ini orang lebih mengenal sepeda mini, sepeda balap, sepeda gunung, dan sepeda roda tiga untuk anak-anak yang belum mahir bersepeda. “Balance bike atau dikenal pushbike adalah sepeda yang bentuknya kecil, tidak memiliki pedal untuk dikayuh, tidak memiliki rantai dan gir, serta tidak ada rem. Bisa dibeli secara online atau di toko sepeda harganya sekitar Rp1 juta,” kata dia.

Balance bike digunakan untuk anak-anak usia 2 tahun–5 tahun. Menurut Dila, anak bisa belajar pelan-pelan. Anak bisa naik ke sadel sepeda yang bisa disetel ketinggiannya, sehingga kaki anak bisa menapak ke tanah.

“Dari situlah anak kemudian awalnya berjalan dengan dua kaki sambil duduk di atas sadel. Perlahan hingga akhirnya mendapatkan keseimbangan lalu akan mulai mengayunkan kakinya dari pelan hingga akhirnya lebih cepat agar sepeda pun melaju,” tutur Dila.

Komunitas Balance Bike, lanjut Shinta, mewadahi para orang tua yang menginginkan anaknya belajar bersepeda, namun memperoleh manfaat lain. “Manfaat berupa anak mampu menjaga keseimbangan, bersosialisasi, dan melatih mental, serta tentu saja anak lebih aktif dan sehat dengan olahraga bersepeda keseimbangan [balance bike],” kata Shinta.