Mercedes Bakal Hadapi Musim Tersulit, Ini Penyebabnya

Lewis Hamilton berada di balik kemudi W10, mobil baru Tim Mercedes F1, saat uji coba di Sirkuit Silverstone, Inggris, Rabu (13/2 - 2019). (Twitter/@mercedes/AMGF1)
25 Februari 2019 15:55 WIB Chrisna Chaniscara Sport Share :

Solopos.com, WOKING — Lima musim terakhir Mercedes sukses membuat balapan Formula (F1) berlangsung “membosankan” dengan dominasi mereka di lintasan. Sejak 2014, pabrikan asal Woking, Inggris, itu selalu berhasil mengantarkan pembalapnya menjadi juara dunia yakni Lewis Hamilton (4 kali) dan Nico Rosberg (1 kali).

Performa tersebut diikuti capaian tim yang mampu lima kali beruntun meraih gelar juara dunia konstruktor. Namun tahun ini Mercedes tampaknya bakal menemui musim tersulit sejak beberapa tahun terakhir. Sejumlah pengamat menyebut Ferrari menjadi tim terfavorit sejauh ini. Meski penampilannya belum konstan, skuat Maranello mampu menjadi yang tercepat pada dua hari pertama tes pramusim di Catalunya, Barcelona, pekan lalu.

Sementara Mercedes tampak masih segan mempertontonkan kecepatan mobil gres mereka, W10. Dari kombinasi hasil tes di Catalunya, Hamilton hanya menjadi pembalap tercepat ketujuh. Adapun Valtteri Bottas sedikit lebih baik dengan berada di peringkat keenam.

Hasil tes perdana jelang F1 2019 itu juga menunjukkan mulai meratanya kekuatan sejumlah pabrikan. Tim seperti Renault dan Toro Rosso mulai mengusik kemapanan tim papan atas dengan kecepatannya. “Kami akan menghadapi tantangan terberat, tapi saya memiliki tentara yang tepat di belakang,” ujar Hamilton seperti dilansir Motorsport, Minggu (24/2/2019).

Bos Mercedes, Toto Wolff, mengakui Ferrari saat ini lebih unggul ketimbang timnya. Dia bahkan menyebut skuat Kuda Jingkrah masih menyimpan performa yang belum ditampilkan. “Dari hasil tes Barcelona pertama, kita bisa melihat Ferrari unggul di depan. Mobil mereka terlihat kencang di trek dan catatan waktunya juga cepat. Saya pikir jika mereka mau, mereka masih bisa melaju 1,5 detik lebih cepat, dan itu akan menjadi catatan waktu tercepat sejauh ini,” ujar Wolff.