German Open 2019: Pebulu Tangkis Indonesia Melawan Kutukan Muelheim

Hafiz faizal - Gloria Emanuelle Widjaja (badmintoindonesia.org)
26 Februari 2019 14:55 WIB Chrisna Chaniscara Sport Share :

Solopos.com, MUELHEIM AN DER RUHR — Ajang German Open memang jarang menjadi prioritas kontingen Indonesia. Waktunya yang berdekatan dengan turnamen bergengsi, All England, membuat Merah Putih acapkali mengirim pemain lapis kedua mereka menuju Jerman.

Indonesia pun harus menerima konsekuensinya. Dari 90 gelar juara yang terlahir di German Open, Indonesia cuma kebagian satu trofi. Trofi itu pun sudah lama sekali yakni pada 2003 melalui ganda putra Flandy Limpele/Eng Hian, seperti dilansir bwfbadminton.com, Senin (25/2/2019). Selebihnya Indonesia selalu gagal berprestasi di turnamen yang digelar di Muelheim an der Ruhr itu. Padahal, Indonesia berpredikat sebagai negara ranking tiga bulu tangkis dunia.

Tahun lalu Indonesia mencoba menurunkan sejumlah pemain intinya seperti Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, M. Ahsan/Hendra Setiawan hingga Fajar Alfian/M. Rian Ardianto, di turnamen kategori World Super Tour 300 itu. Namun “kutukan” Muelheim tetap tak mau pergi dari skuat Indonesia. Saat itu hanya Fajar/Rian yang mampu menembus final meski akhirnya kalah dari pasangan Jepang, Takuto Inoue/Yuki Kaneko.

Musim ini Indonesia kembali berjudi dengan tak menurunkan pemain andalannya di German Open yang bakal digelar 26 Februari-3 Maret. Ganda putra nomor satu dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, serta trio tunggal putra Anthony Ginting, Jonatan dan Tommy Sugiarto disimpan untuk All England. Bahkan Indonesia tak menempatkan satu wakil pun di sektor tunggal putra dan ganda putra yang menjadi kekuatan kontingen (di luar pemain kualifikasi).

Indonesia memilih mempercayai duo pasangan anyar macam Della Destiara Haris/Tania Oktaviani serta Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow untuk terjun di turnamen berhadiah US$150.000 itu. Sialnya, Della/Tania langsung mendapat lawan berat yakni unggulan pertama asal, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota, di babak pertama, Rabu (27/2/2019).

Namun bukan berarti Indonesia tak berambisi di German Open 2019. Ada empat wakil Merah Putih yang masuk slot unggulan yakni Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Gregoria Mariska Tunjung, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Total ada 14 wakil Indonesia (termasuk tiga wakil lewat kualifikasi) yang akan bersaing di German Open 2019.

Kabid Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti, mengakui tak menaruh target khusus di turnamen Jerman. “Kami enggak minta tiap turnamen harus juara terus, perlu lihat kondisi atlet, drawing dan kelas turnamen. Namun tentu kami ingin tetap bisa maksimal di setiap turnamen,” ujarnya.