Kejuaraan Anggar Internasional: UTP Solo Raih 1 Perak dan 2 Perunggu di Malaysia

Lima atlet beserta manajer dan pelatih Kontingen anggar Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Solo berfoto seusai ajang 3rd ASEAN University Fencing Championship (AUFC) 2019 di Malaysia, Minggu (10/3 - 2019). (Istimewa)
10 Maret 2019 21:25 WIB Ivan Andimuhtarom Sport Share :

Solopos.com, NEGERI SEMBILAN - Kontingen anggar Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Solo sukses meraih satu medali perak dan dua medali perungu dalam ajang 3rd ASEAN University Fencing Championship (AUFC) 2019 di Malaysia, Kamis-Minggu (7-10/3/2019). Meski belum memenuhi target, prestasi mereka tetap dapat dibanggakan karena kejuaraan tersebut bertaraf Asia Tenggara.

Lima fencer (atlet anggar) turut serta dalam ajang yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Malaysia bekerja sama dengan Universitas Nilai, Nilai, Negeri Sembilan, Malaysia tersebut. Mereka adalah Yusuf Aprilian, Agustin Dwi Damayanti, Yulian M. Adhitama, Adira, dan Cahyaningtyas.

Medali perak diraih oleh Yusuf Aprilian pada Floret Perorangan Putra. Yusuf Aprilian harus mengakui keunggulan atlet tuan rumah dengan skor 12-15 pada laga yang digelar di President Hall Universitas Nilai. Kekalahan itu adalah ulangan atas kekalahannya kala menghadapi sang lawan pada Asian Games 2018 lalu.

Sedangkan medali perunggu pertama diraih oleh Yulian M. Adhitama yang turun pada nomor Sabel Perorangan Putra. Ia juga kalah dari fencer tuan rumah. Sementara medali perunggu kedua disumbangkan oleh Agustin Dwi Damayanti yang pada babak semifinal juga harus mengakui kehebatan tuan rumah dengan skor tipis 14-15. Dua fencer lainnya gagal mempersembahkan medali bagi UTP Solo.

Sebelumnya, para atlet tersebut membawa beban target meraih satu medali emas, satu perak, dan tiga perunggu. Pelatih tim anggar UTP Solo, Hendra Faradilah, mengatakan meski tak sepenuhnya terpenuhi, para atlet telah menunjukkan performa terbaik mereka. Hanya, ia mengakui mereka kurang tenang saat bermain.

“Hal itu membuat banyak kecerobohan,” ungkapnya kepada Solopos.com, Minggu.

Hendra menilai hasil tersebut bisa menjadi bahan evaluasi atas performa para atlet. Hal itu dapat membawa hasil positif di masa mendatang. “Kami juga kalah dari tuan rumah,” katanya.