Indonesia Raih 1 Gelar di All England 2019, Begini Evaluasi Susy Susanti

Hendra Setiawan - Mohammad Ahsan juara All England 2019. (badmintonindonesia.org)
11 Maret 2019 20:25 WIB Ahmad Baihaqi Sport Share :

Solopos.com, BIRMINGHAM - Indonesia meraih satu gelar di ajang All England 2019. Gelar itu didapatkan di sektor ganda putra oleh pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti pun buka suara terkait hasil tersebut.

Hendra/Ahsan meraih gelar juara usai membekuk pasangan Malaysia Aaron Chia, Soh Wooi Yik, Minggu (10/3/2019) malam WIB. Hendra/Ahsan menang dalam pertarungan tiga game dengan skor 11-21, 21-14, dan 21-12. Gelar ini terasa sangat istimewa bagi keduanya, karena Hendra sebetulnya dalam kondisi yang tidak fit setelah di semifinal mengalami cedera betis kanan.

"Seperti yang saya bilang sebelumnya, tidak ada yang mustahil. Sebelum pertandingan berakhir, semua memungkinkan saja, kita lihat perjuangan dari Hendra/Ahsan luar biasa," kata Susy seperti dikutip dari Badmintonindonesia.org, Senin (11/3/2019).

"Kami semua terharu, saya sampai menangis. Karena [dengan Hendra cedera], peluangnya kecil. Ini jadi panutan buat adik-adik, kesempatan sekecil apapun kalau kita berusaha, pasti ada jalan," imbuhnya.

Hendra/Ahsan sebenarnya tidak lagi dari bagian pelatnas PBSI mengingat mereka sudah memilih jalur profesional. Kendati demikian, pasangan berjuluk The Daddies ini tetap berlatih di pelatnas. Susy pun berharap keduanya bisa menjadi contoh bagi para junior.

"Secara keseluruhan untuk pemain muda, saya melihat ada progres. Kalau tahun lalu yang lolos ke semifinal ada satu, sekarang bisa tiga. Padahal kans ke final bisa tiga wakil, tapi balik lagi ke pengalaman, ketenangan, yang bisa menentukan si atlet itu bisa tampil sampai akhir, apalagi di turnamen bergengsi seperti ini," jelasnya.

"Pastinya senang dengan hasil Hendra/Ahsan, intinya bisa terus konsisten berprestasi, apalagi di turnamen bergengsi. Ini memberikan semangat baru dan keyakinan, paling tidak menuju olimpiade. Biasanya kami selalu bergantung pada Kevin/Marcus yang selalu stabil. Tapi sekarang ada Hendra/Ahsan, Fajar/Rian, jadi ganda putra kita bisa lebih percaya diri."

"Tapi tetap kerja keras lagi, karena di sektor lain masih belum, sekarang persaingan ketat, kami harus terus mempersiapkan atlet lagi," tutup Susy.