Puasa Gelar Sejak 2006, Honda Mulai Berani Bicara Juara F1

Max Verstappen (Reuters)
25 Maret 2019 20:25 WIB Chrisna Chaniscara Sport Share :

Solopos.com, MILTON KEYNES — Keberhasilan Max Verstappen merebut podium ketiga dalam seri perdana Formula 1 (F1) di GP Australia disebut-sebut menjadi bukti kekuatan mesin Honda. Pabrikan asal Jepang ini pun mulai berani mematok gelar juara seri bersama Red Bull pada musim panas mendatang.

Capaian Verstappen di Sirkuit Melbourne menjadi kesempatan pertama Honda naik podium sejak kembali berkiprah di F1 tahun 2015. Namun Honda masih memendam ambisi lain yakni merebut gelar juara seri yang belum pernah mereka raih sejak 2006. Saat itu pembalap Honda, Jenson Button, berhasil meraih podium utama di GP Hungaria.

“Tahun ini merupakan tahun penting bagi Honda karena ini kali pertama kami men-support dua tim sekaligus [Red Bull dan Toro Rosso] di era hybrid. Sekarang kami punya situasi yang memungkinkan Honda meraih kemenangan,” ujar Direktur Manajemen Honda F1, Masashi Yamamoto, seperti dilansir Motorsport, Senin (25/3/2019).

Kerja sama Honda dengan Red Bull memang baru dimulai tahun ini setelah mereka menggeser Renault sebagai pemasok mesin Max Verstappen dkk. Melihat performa mesin Honda di Sirkuit Melbourne, Red Bull diyakini tinggal menunggu waktu untuk meraih gelar seri pertamanya musim ini.

GP Monako pada 26 Mei 2019 disebut menjadi race ideal bagi Red Bull karena musim lalu mereka sukses memenangi seri itu. “Kami harap segera mewujudkan itu [kemenangan], mungkin sekitar musim panas, kami harap,” ucap Yamamoto.

Para rival seperti Mercedes mengakui potensi kejut yang bisa ditampilkan Red Bull bersama Honda. Menurut bos Mercedes, Toto Wolff, manuver salip yang dilakukan Verstappen terhadap pembalap Ferrari, Sebastian Vettel, di Melbourne menjadi bukti kapasitas mesin Honda.

“Kita bisa melihat mereka ‘memangsa’ Sebastian sebelum Tikungan 3. Tenaganya begitu luar biasa. Melihat mereka bangkit membuat saya senang karena mereka adalah sekumpulan orang hebat. Performa yang mereka tunjukkan harus kami pertimbangkan dalam perebutan gelar,” ujar Wolff.