Setelah Asian Games, Pencak Silat Ingin Masuk Olimpiade

Rony Syaifullah. (Solopos/Ivan Andimuhtarom)
02 April 2019 14:55 WIB Ivan Andimuhtarom Sport Share :

Solopos.com, SOLO - Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) masih memiliki pekerjaan rumah yang panjang demi mewujudkan target menjadi salah satu cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan dalam olimpiade. Salah satu tugas berat adalah memastikan terdapat minimal 70 federasi pencak silat yang terdaftar di National Olumpic Committee (NOC) masing-masing negara.

Berbagai upaya memang telah dilakukan seperti mengirim pelatih ke berbagai negara. Meski telah banyak orang yang mempelajari silat, namun secara administratif mereka belum terdaftar di NOC masing-masing.

Mantan pelatih timnas pencak silat Indonesia, Rony Syaifullah, mengatakan meski tak lagi berada di timnas pencak silat, ia masih berharap kelak dilibatkan untuk mengembangkan silat, khususnya mewujudkan jargon Goes to Olympic. Menurutnya, dalam situasi tak melatih seperti saat ini, ia masih bisa berkontribusi dengan cara yang lain.

“Saya ingin masuk ke pengembangan silat sehingga targetnya pencak silat dapat memenuhi persyaratan masuk ke olimpiade,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Senin (1/4/2019).

Ia mengatakan setelah Asian Games 2018 dirinya telah berkomunikasi terkait keinginannya membantu pengembangan pencak silat dunia. Memang, tugas itu tidaklah mudah. Pencak silat harus tercatat di minimal 70 NOC setempat.

“Saat ini sudah ada 30-40 negara yang memiliki organisasi pencak silat. Tapi sebagian belum terdaftar di NOC,” terang dosen FKOR UNS Solo tersebut.

Rony yang pernah meraih medali emas saat menjadi atlet di ajang Sea Games 2005 Filipina tersebut menilai strategi yang kini dijalankan IPSI kurang tepat. Pelatih yang dikirim ke negara lain hendaknya tak sekadar melatih. Mereka harus mampu membentuk federasi hingga membantu agar federasi tersebut diakui NOC setempat.

“Ini harus diperhatikan. Jadi pelatih yang dikirim ke luar negeri tak hanya mengajarkan soal gerakan dan jurus, tapi juga membantu hal-hal bersifat administratif,” katanya.

Ia menilai langkah Pemerintah Indonesia mengajukan diri menjadi tuan rumah olimpiade 2031 bisa menjadi awal dimulainya pencak silat masuk ke olimpiade. Maka, sebelum tahun itu, IPSI harus bekerja keras mewujudkan syarat dipertandingkannya sebuah cabor.